KabarSelatan.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sultan Bulukumba diterpa kabar miring lantaran diduga menolak pasien yang ingin berobat.
Pasien itu bernama Rusli. Ia merupakan warga Desa Somba Palio, Kecamatan Kindang.
Terkait hal tersebut, Rusli pun langsung angkat bicara dan membantah peristiwa penolakan yang melibatkan dirinya dan pihak RSUD H. Andi Sultan Bulukumba.
"Saya tidak ditolak, tetap dilayani dan diberikan arahan oleh petugas. Makanya setelah itu saya ke klinik dokter saja," ungkap Rusli, Kamis (15/9).
Berdasarkan kronologi sesungguhnya, ia menceritakan bahwa saat itu petugas tidak menolak dirinya untuk berobat dari penyakit yang diderita.
"Malah petugas tetap melayani dengan memberikan penjelasan dan arahan kepada saya terkait prosedur jika ingin melakukan CT Scan pada bagian kepala," jelasnya.
Hanya saja, Rusli mengaku belum tahu persis terkait aturan yang berlaku apabila ingin berobat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Saya tak tahu menahu kalau untuk berobat di IGD, harus ada rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas," ucapnya.
Saat dikonfirmasi terkait apa alasannya sehingga mendatangi langsung Rumah Sakit untuk berobat bukan ke Puskesmas.
Rusli beralasan jika dirinya adalah orang kampung sehingga mengira untuk berobat di RS tak perlu mendatangi Puskesmas terlebih dahulu.
"Ini sakit kepalaku sudah hampir setahun," kata Rusli yang mengaku belum pernah memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Borong Rappoa sebagai Faskes pertamanya di BPJS.
Akibat peristiwa itu, RSUD H Andi Sultan Bulukumba disudutkan dan disalahkan oleh sejumlah pihak luar.
Oleh karena itu, Rusli meminta kepada seluruh pihak agar peristiwa ini tidak usah dibesar-besarkan sebab hal itu diluar sepengatahuannya.
"Arahan petugas juga sudah jelas. Jadi saya tidak persoalkan," kata Rusli yang mengaku saat ini kondisinya sudah membaik.
Sementara Humas RSUD H. Andi Sultan Bulukumba, Andi Ayatullah mengatakan persoalan ini selesai.
" Saya rasa sudah clear karena yang bersangkutan sudah tak mempersoalkan hal tersebut. Justru, Rusli mendapatkan informasi yang lebih detail dari petugas," jelasnya.
Meski demikian, masalah ini tetap harus menjadi perhatian atau pembelajaran untuk rumah sakit.
"Kami akan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.














