KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematok target ketat penyelesaian program seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri.
Batas waktu yang sempit membuat Pemkot memilih jalur percepatan agar distribusi seragam tidak terlambat saat peserta didik mulai masuk sekolah.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan anggaran program tersebut telah disusun dengan pembagian berdasarkan jenjang pendidikan, di mana kebutuhan sekolah dasar menyerap porsi lebih besar.
“Kalau SMP sekitar Rp4 miliar lebih, kemudian SD Rp6 miliar lebih,” kata Zulkifly, Kamis (14/05).
Mengejar target tersebut, Pemkot menyiapkan mekanisme tender cepat dan meminta Dinas Pendidikan bergerak dalam waktu singkat menyelesaikan seluruh tahapan administrasi maupun teknis pengadaan.
“Termasuk juga seragam gratis sementara akan ada skema tender cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan skema pengadaan tidak dilakukan dalam satu paket penuh. Pemerintah memisahkan pengadaan bahan baku kain dengan layanan penjahitan agar proses bisa berjalan lebih efektif dan tidak menghambat target distribusi.
Menurut Zulkifly, langkah percepatan ini penting karena momentum pembagian harus bertepatan dengan dimulainya aktivitas belajar siswa baru.
“Karena kan di situ anak-anak sudah mau masuk sekolah,” singkatnya.
Program seragam gratis menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menekan beban pengeluaran keluarga saat memasuki tahun ajaran baru, terutama bagi masyarakat yang anaknya baru diterima di sekolah negeri.














