kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Krisis LPG 12 Kg di NTT, Paksa Dapur MBG Berhenti

Krisis LPG 12 Kg di NTT, Paksa Dapur MBG Berhenti
Ilustrasi SPPG (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gangguan serius setelah kelangkaan gas elpiji 12 kilogram memaksa beberapa dapur layanan menghentikan operasionalnya sementara.

Gangguan tersebut berdampak pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat di sejumlah daerah. Penghentian operasional terjadi secara bertahap sejak 8 Mei 2026 dan meluas ke beberapa kabupaten/kota.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, keterbatasan pasokan elpiji menjadi faktor utama yang membuat layanan dapur MBG tak bisa berjalan normal.

“SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026,” ujar Dadang dalam keterangannya, Kamis (14/05).

Ia menjelaskan, gangguan pertama kali terjadi di Kabupaten Manggarai pada 8 Mei. Saat itu, sejumlah dapur layanan tidak mampu melanjutkan produksi makanan akibat tidak tersedianya gas untuk kebutuhan memasak.

Situasi kemudian meluas pada 11 hingga 12 Mei ke wilayah lain, meliputi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, hingga Kabupaten Sumba Barat.

Menurut Dadang, ketergantungan operasional dapur MBG terhadap elpiji 12 kilogram membuat gangguan distribusi langsung berdampak pada layanan di lapangan.

“Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia,” katanya.

BGN kini terus memantau perkembangan kondisi tersebut sambil melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat normalisasi distribusi energi di wilayah terdampak.

Pemerintah berharap pasokan gas segera kembali stabil agar operasional dapur MBG bisa kembali berjalan dan layanan pemenuhan gizi masyarakat tidak terganggu lebih lama.

error: Content is protected !!