KabarMakassar.com — Universitas Muslim Indonesia memperoleh pendanaan lebih dari Rp5,7 miliar pada Program Pendanaan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Tahun 2026 lingkup LLDIKTI Wilayah IX. Pendanaan tersebut diberikan untuk 54 judul penelitian dosen yang dinyatakan lolos dalam program nasional tersebut.
Program pendanaan mencakup sejumlah skema, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset prioritas, hingga Program Inovasi Seni Nusantara.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Dr. Andi Lukman berujar capaian perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX tahun ini cukup kompetitif secara nasional. Ia mengatakan wilayah tersebut berada di posisi ketiga nasional dalam jumlah penerima program pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dia menyebut, jumlah proposal yang diajukan tahun ini mencapai 4.142 usulan penelitian dengan 992 judul memperoleh pendanaan.
“Sementara pada sektor pengabdian masyarakat terdapat 1.005 usulan dan 231 judul dinyatakan lolos pendanaan,” katanya, saat menghadiri penandatanganan kontrak pendanaan, baru-baru ini.
Wakil Rektor UMI, Prof. Dirgahayu Lantara, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan tata kelola riset dan pembinaan dosen yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan kampus.
“LP2S dan LPkM UMI telah tertata dengan baik sehingga kaderisasi peneliti dan pengabdi berjalan optimal. Kami terus mendorong agar penguatan pengabdian masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas riset dosen,” ujarnya.
Ia menambahkan, kampus juga terus memperluas kolaborasi riset internasional dan kerja sama dengan dunia industri guna mendukung hilirisasi hasil penelitian dosen.
Sementara itu, Sekretaris LP2S UMI, Prof. Andi Aladin, menjelaskan bahwa dari total 54 judul penelitian yang memperoleh pendanaan, sembilan di antaranya merupakan penelitian ongoing dan sembilan lainnya berasal dari skema uji prototipe. Sisanya berasal dari berbagai skema kompetitif DPPM seperti Hibah Pascasarjana, Penelitian Fundamental, dan Penelitian Terapan.
Selain pendanaan utama tersebut, dosen-dosen Universitas Muslim Indonesia juga memperoleh tambahan hibah dari sejumlah program nasional lain. Di antaranya dua judul hibah Bestari, dua program Healers Tech dan Penelitian Sinergi, serta dua penelitian yang memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Menurut Prof. Andi Aladin, capaian tersebut didukung oleh proses pendampingan proposal dan penguatan substansi penelitian yang dilakukan secara intensif kepada dosen.
“Kami ingin membangun budaya riset yang kuat, produktif, dan berdaya saing internasional. Karena itu, pendampingan dosen terus kami lakukan secara sistematis,” jelasnya.
Saat ini, UMI juga masih menunggu hasil seleksi dari beberapa skema pendanaan lain yang masih berproses, termasuk peluang hibah dari pemerintah daerah dan program kolaborasi lainnya.
Pendanaan riset tahun 2026 tersebut dinilai semakin memperkuat posisi UMI sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan capaian penelitian yang kompetitif di kawasan Indonesia Timur.














