kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Siswa Disabilitas di Sulsel Unjuk Bakat dalam Ajang Talenta 2026

Siswa Disabilitas di Sulsel Unjuk Bakat dalam Ajang Talenta 2026
Penampilan tari oleh siswa SLB pada pembukaan Ajang Talenta Disabilitas Pendidikan Khusus Provinsi Sulsel (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakasar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Ajang Talenta Disabilitas Pendidikan Khusus Tahun 2026 yang mencakup seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN), dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Kegiatan tersebut diikuti 196 siswa berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Ajang talenta itu berlangsung selama tiga hari mulai 21 hingga 23 Mei 2026 di SLB Negeri 2 Makassar. Pembukaan kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan potensi, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta didik disabilitas.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Sary Dyana Muallim mengatakan, peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba bidang olahraga, seni, dan keterampilan selama tiga hari pelaksanaan.

“Agendanya tiga hari ke depan itu lomba. Jadi ada lomba olahraganya, lomba keterampilannya, dengan ada lomba seninya,” ujar Sary.

Menurutnya, seluruh perlombaan mengacu pada petunjuk teknis nasional sehingga tidak semua peserta dapat mengikuti semua cabang lomba. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kategori dan kebutuhan khusus masing-masing peserta didik.

Dalam bidang olahraga, sejumlah cabang yang dipertandingkan di antaranya balap kursi roda, bulutangkis, bocce, catur, hingga tenis meja. Sementara pada bidang keterampilan terdapat lomba tata boga, tata busana, teknologi informasi, membatik, hingga pijat atau akupresur.

Pada kategori seni dan sastra, peserta mengikuti berbagai lomba seperti melukis, fotografi, desain grafis, film pendek, cipta puisi, seni peran, pantomim, hingga fashion show. Ajang tersebut juga diikuti siswa tingkat SDLB, SMPLB, dan SMALB.

Sary menjelaskan beberapa cabang lomba memiliki ketentuan khusus berdasarkan jenis kebutuhan peserta. Salah satunya cabang bocce yang hanya diperuntukkan bagi peserta didik dengan Down syndrome.

“Untuk lombanya ada banyak, kita kan ada juknis dari pusat, jadi tidak sembarang dari peserta mengikuti lomba. Jadi ada yang kayak bocce itu hanya diikutkan anak-anak down syndrome,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan ajang talenta tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendorong kemandirian dan rasa percaya diri peserta didik berkebutuhan khusus. Dia juga berharap siswa disabilitas memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Yang intinya lomba-lombanya di sini adalah keterampilan mereka untuk kemandiriannya mereka. Seperti apa kemandiriannya mereka dan mereka bisa percaya diri bahwa mereka juga bisa sama orang lain,” tambahnya.

Ajang Talenta Disabilitas tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Sulsel. Para pemenang tingkat provinsi nantinya akan mewakili Sulawesi Selatan pada kompetisi tingkat nasional di Kementerian Pendidikan melalui Pusat Prestasi Nasional pada bulan September dan Oktober tahun 2026.

“Ini setiap tahun dilaksanakan. Jadi pemenangnya nanti di sini akan dikirim ke tingkat nasional,” pungkas Sary.

Sementara itu, Ishaq Iskandar menyampaikan, melalui ajang ini, Pemprov Sulsel ingin memastikan bahwa peserta pendidikan dan disabilitas memiliki ruang yang setara untuk berkembang, berprestasi dan menunjukkan kemampuan-kemampuan terbaiknya.

Setiap anak, kata dia, pasti memiliki potensi luar biasa yang harus diberikan kesempatan untuk tumbuh dan bersinar.

“Jadi seleksi tingkat provinsi ini menjadi tahapan penting untuk menjaring peserta didik disabilitas terbaik Sulawesi Selatan di bidang seni dan sastra, ketampilan maupun olahraga. Jadi untuk anak-anakku sekalian, berkompetisi yang baik, berkompetisi yang jujur, nanti bisa mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” jelas Ishaq.

error: Content is protected !!