kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kisah Pendeta Rasely Sinampe Nominator Penghargaan Kalpataru

KabarMakassar.com — Pendeta Rasely Sinampe menjadi perwakilan dari Sulawesi Selatan sebagai nominator penghargaan Kalpataru 2022 kategori pembina. Ajang penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK menempatkan seorang pendeta dari puluhan nominator lainnya.

Pendeta Rasely masuk dalam kategori pembina atas jasanya melestarikan lingkungan bersama ratusan jemaat gereja, serta mengedukasi pertanian organik para kelompok tani, warga dewasa dan anak muda. 

Dihubungi melalui selularnya Pendeta Rasely dari Geraja Toraja ini mengaku senang masuk sebagai nominator penghargaan Kalpataru. Ia mengatakan hal ini sangat luar biasa berkat dukungan pemerintah daerah, Badan Pekerja Sinode (BPS) dan juga dari masyarakat Toraja.

Berawal dari tesis Pendeta Rasely dengan judul Misi Ekologis Konstektual di Toraja Utara untuk diajukan sebagai program Pascasarjana Magister Teologi di STT Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin membuatnya jatuh cinta akan melestarikan lingkungan hidup.

Dimana dalam tesis tebal yang dibuat Pendeta Rasely tahun 2012 silam, ada gejolak spritualitas didalamnya yang menggangu terus pikirannya.

"Jadi tesis saya saat itu, selalu mengganggu pikiran, dimana seharusnya saya tak hanya sekedar menulis dan menyampaikan kepada orang. Namun tesis ini terkandung didalamnya untuk bagaimana saya melihat dampak dari kerusakan lingkungan hidup, disitu juga saya melakukan tindakan atau advokasi dari dampak kerusakan lingkungan hidup, dari situlah diri saya mulai terjun mencari bibit tanaman dari Toraja saya memulai untuk mencoba melestarikannya," ujar Pendeta Rasely, yang dikutip dari KabarToraya.com Selasa (19/4). 

Uniknya Pendeta Rasely saat melayani jemaat gereja ia selalu membawa bibit dan membagikannya kepada warga jemaat setiap pelayanannya secara gratis, baik bibit tanaman pepohonan maupun sayuran. Bahkan pendeta Rasely sempat dijuluki Pendeta California oleh Ketua Umum Sinode di tahun 2015 saat acara Konvensi Pendeta.

"Jadi ceritanya itu ada konvensi Pendeta, saya bawa bibit pepaya sebanyak 1.500 yang dikemas dalam plastik kecil, saya dibantu anak saya saat itu, dari situ dibagilah kepada peserta konvensi. Nah bibit pepaya California ini sering saya bagi dari situ melekat sapaan saya Pendeta California, yang pertama memanggil saya pendeta California itu Ketua Umum Sinode, itu tahun 2015 saat konvensi itu di Hotel Misiliana," ujarnya.

Keunikan dari seorang pendeta yang kesehariannya sibuk melayani jemaatnya, namun tak lupa ia  juga terus memberikan edukasi tentang pelestarian lingkungan, sehingga membawanya masuk sebagai nominator Penghargaan Kalpataru, hal ini juga memotivasi masyarakat untuk terus melestarikan lingkungan hidup.

Saat ini Pendeta Raselay masih aktif di Yayasan Talulolona dalam pengembangan pelestarian tanaman, hampir tiap hari ia menghabiskan waktunya untuk merawat tanaman diareal seluas kurang lebih 4.000 meter.

Pria kelahiran Padang Sapa, Kabupaten Luwu ini berharap bisa melaju ke 10 besar diajang penghargaan Kalpataru 2022.  

"Sesungguhnya jadi nominator itu sangat luar biasa, tetapi saya katakan kepada banyak orang, kalau Tuhan perkenankan saya tiba pada 10 besar kategori pembina, kalau Tuhan berkenan berarti itu saya pahami pertama untuk hormat kemuliaan nama Tuhan dan saya makin bersemangat, kemenangan itu untuk seluruh masyarakat Toraja dimanapun berada dan juga kemenangan bagi warga gereja toraja dan lintas denominasi gereja, kita bersukacita sehingga saya pun kadang menangis melihat support dan dukungan banyak orang," pungkasnya.

error: Content is protected !!