kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dewan Nilai Program Pelatihan di Makassar Tak Efektif, Dorong Sinkronisasi

Dewan Nilai Program Pelatihan di Makassar Tak Efektif, Dorong Sinkronisasi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ray Suryadi (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Program pelatihan kerja di Kota Makassar dinilai belum berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Diketahui, tingkat pengangguran di kota Makassar pada 2024 berada pada angka 9,7 persen, dan hanya turun tipis menjadi 9,6 persen pada 2025.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ray Suryadi, menyoroti lemahnya sinkronisasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) yang menyebabkan peserta pelatihan tidak tersambung dengan peluang kerja yang ada.

Menurutnya, berbagai pelatihan yang selama ini digelar justru berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas dalam menekan angka pengangguran yang ada di Kota Makassar.

“Banyak pelatihan dilakukan, tapi tidak terintegrasi. Akhirnya yang sudah dilatih tidak terserap, kembali jadi pengangguran,” tegasnya, Minggu (03/05).

Politisi Demokrat itu menilai, persoalan utama terletak pada belum adanya basis data terpadu yang mampu memetakan peserta pelatihan sesuai bidang keahlian yang dimiliki saat ini.

“Database itu harus dirampungkan dan diklasifikasi. Misalnya pelatihan otomotif, manajemen, dan lainnya harus jelas siapa pesertanya dan ke mana arahnya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara program pelatihan dengan pelaksanaan job fair atau rekrutmen tenaga kerja. Menurutnya, perusahaan yang membuka lowongan harus diarahkan untuk merekrut peserta pelatihan yang relevan.

“Kalau ada kebutuhan tenaga kerja di bidang tertentu, maka yang diundang adalah mereka yang sudah ikut pelatihan di bidang itu. Jadi nyambung,” katanya.

Ray juga mengingatkan agar OPD tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial pelatihan, tetapi memastikan output yang jelas berupa penempatan kerja.

“Jangan sekadar melatih. Harus dipastikan mereka dapat pekerjaan sesuai bidangnya,” ujarnya.

Ia menyebut, konsep penempatan tenaga kerja harus berbasis kompetensi agar efektif dan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran.

“Itulah menempatkan orang pada tempatnya, right man on the right place,” tukasnya.

error: Content is protected !!