KabarMakassar.com — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan prestasi internasional yang membanggakan. Tim Petroline Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik (FT) UMI sukses mencuri perhatian dengan meraih penghargaan bergengsi yaitu Best Poster dan Best Video sekaligus dalam ajang kompetisi internasional ICRCC (Indonesia Chemical Reaction Car Competition) diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Prestasi ini semakin menguat dengan dukungan publik yang luar biasa. Karya tim Petroline UMI mencatat lebih dari 1500 likes untuk poster dan 1300 likes untuk video, menjadikannya salah satu karya paling diminati dan diapresiasi dalam kompetisi tersebut.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib mengatakan capaian ini semakin istimewa karena inovasi yang diangkat adalah pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen
Prototipe mobil ramah lingkungan tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UMI yang tergabung dalam tim Petroline, yaitu Mutiara Dwi Puspitasari, Dimas Rosikhul Fikri, Andi Tenri Awaru dan Kabri (Teknik Kimia FTI UMI) serta Khaeril Ahyar (Teknik Mesin FT UMI)
“Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMI tidak hanya belajar di kelas, tetapi mampu bekerja dalam tim dan menghasilkan inovasi nyata yang relevan dengan tantangan global,” ungkapnya, Senin (4/5)
Di tengah isu krisis energi dunia dan tuntutan transisi menuju energi bersih, gagasan mobil hidrogen ini dinilai visioner, aplikatif, dan berorientasi masa depan.
“UMI kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan energi,” sambungnya
Selain itu, keberhasilan tim ini tidak lepas dari peran pembimbing, Dr. Ir. Andi Rina Ayu Astuti, ST., MT, dosen Teknik Kimia UMI. Ia merupakan alumni UMI yang melanjutkan pendidikan di ITB melalui program PMDSU dan menyelesaikan S2 dan S3 hanya dalam 5 tahun.
“Sinergi antara dosen muda unggul dan mahasiswa berprestasi ini menjadi bukti bahwa UMI memiliki ekosistem akademik yang mampu melahirkan karya besar dan berdampak,” tambahnya
Rektor UMI menegaskan prestasi ini bukan sekadar kemenangan kompetisi namun pesan kuat bahwa mahasiswa UMI mampu bersaing di tingkat internasional, mampu menghadirkan inovasi nyata dan siap menjadi bagian dari solusi masa depan yang dimana UMI tidak hanya mencetak lulusan, tetapi melahirkan inovator, problem solver, dan pemimpin masa depan.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kuliah di UMI bukan hanya soal teori. Di UMI, mahasiswa didorong untuk berpikir besar, berani mencoba dan menciptakan solusi nyata. Karena masa depan tidak ditunggu, tetapi diciptakan oleh mereka yang berani melampaui batas,” tegasnya
“Dari Makassar, dari kampus di Indonesia Timur, karya mahasiswa UMI mulai diperhitungkan, inovasinya mulai dilirik dan perlahan didengar dunia. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak,” jelasnya














