KabarSelayar.id — Peringatan Nuzulul Qur'an tingkat Kab. Kepulauan Selayar 17 Ramadhan 1443 H, diselenggarakan oleh Pemda Kepulauan Selayar bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kepulauan Selayar bertempat di Masjid Agung Al Umaraini Benteng, Ahad, (17/04).
Acara tersebut mengambil tema “Tuntaskan Gerakan Selayar Mengaji, Tingkatkan Semangat Membaca, Menuju SDM Selayar” dimulai pada pukul 20.00 Wita setelah shalat tarawih berjamaah.
Turut hadir Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif bersama Istri (Kabid I Tim Penggerak PKK), Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Ketua / Perwakilan Tim Penggerak PKK, Forkopimda, para staf Ahli Bupati, Para Setda, Camat, ketua ormas /ortom serta Tokoh Agama.
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Usman pada awal acara dimulai. Dilanjutkan laporan ketua Panitia Ir. Abdul Rahman Made (Kepala Bagian Kesra Setda Kepulauan Selayar), diawali dengan ucapkan selamat datang kepada Ketua MUI Sulsel Prof. Dr. K.H Najmuddin H. Abdul Safa, MA sebagai pembawa hikmah peringatan Nuzulul Qur'an.
Ir. Abdul Rahman Made melaporkan bahwa tujuan pelaksanaan acara peringatan Nuzulul Qur'an untuk memasyarakatkan atau mengidentifikasikan nilai-nilai Al-Qur'an seluas-luasnya sebagai pedoman hidup baik dalam kehidupan individu, kehidupan bermasyarakat, maupun hubungan kepada Allah SWT. Untuk memantapkan hubungan harmonis inter, antar umat beragama guna terwujudnya kebersamaan ideal yang berforsional.
" Kami panitia mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Kab. Kepulauan Selayar yang memberikan kepercayaan serta arahan sehingga pelaksanaan acara peringatan Nuzulul Qur'an dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih juga kepada segenap masyarakat, jamaah Masjid Agung yang datang memenuhi undangan acara peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1443 H," ucap Abdul Rahman diakhiri laporannya.
Dilanjutkan Prof. Dr. K.H Najmuddin H. Abdul Safa, MA, dalam ceramahnya yang membahas mengenai sejarah turunnya Al-Qur'an, pengamalan, kecintaan, mukjizat Al-Qur’an. Namun sebelumnya, Ia meminta kepada masyarakat Kepulauan Selayar agar senantiasa mentaati pemerintah khususnya yang berhubungan keagamaan.
“MUI itu, merupakan pelayan umat dan mitra pemerintah. saya berharap kepada masyarakat selayar, kalau ada kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah kita, khususnya yang berhubungan dengan masalah keagamaan harus kita taati," ucapnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. K.H Najmuddin H. Abdul Safa, MA, menceritakan pengalamannya yang berhubungan dengan peringatan Nuzulul Qur'an di Mesir.
"Umat Islam Mesir juga merayakan seperti yang dilakukan di Indonesia umumnya, namun mereka sebut perayaan peristiwa perang Badar. Sebab Perang Badar terjadi pada hari ke 17 Ramadhan sama waktu turunnya Al-Qur’an, namun pada hakikatnya sama," imbuhnya.
Al-Qur’an merupakan mukjizat Allah SWT yang diterima Rasulullah SAW sebagai konsep agama dan pedoman hidup, berbeda dengan kitab-kitab terdahulunya seperti Injil, Zabur dan Taurat walaupun kitab tersebut juga merupakan konsep agama yang dibawa oleh para rasul tetapi bukan sebuah mukjizat sebab dapat diubah bahkan diganti ayat-ayatnya oleh sebagian umat atau tokoh-tokohnya. Al-Qur’an akan tetap terjaga kesucian dan keasliannya oleh Allah SWT semenjak diturunkan hingga saat nanti.
Dipengujung hikmahnya menyebutkan bahwa Al-Quran sebagai metode penyembuhan untuk semua macam penyakit dengan membaca Al-Quran setiap hari walaupun satu ayat.
Wakil Bupati H. Saiful Arif dalam sambutannya menginformasikan bahwa Gerakan Selayar Mengaji (GSM) telah berjalan 1 tahun, merupakan program Pemda Kepulauan Selayar yang terus ditingkatkan.
“ Alhamdulillah setelah pemerintah canangkan gerakan selayar mengaji yang sudah berusia satu tahun, langsung ditindak lanjuti dengan gerakan kecamatan Mengaji, desa mengaji, kantor mengaji dan sekolah mengaji. sehingga malam ini kita mengevaluasi sejauhmana aplikasi gerakan selayar mengaji di komunitas kita masing-masing” ungkapnya
Pada akhir sambutannya H. Saiful Arif berterima kasih kepada jamaah yang sudah memegang prinsip one day one juz dan sangat berharap dijadikan virus positif dapat disebar ke semua kalangan karena manfaat membaca Al-Qur’an tidak terbatas. Berharap melalui program tersebut, suatu saat Kabupaten Kepulauan Selayar bisa seperti Negeri Saba’ yang diceritakan dalam Al-Quran surat Saba’ ayat 15.













