KabarMakassar.com — Bupati Maros, Chaidir Syam, menjadi satu-satunya kepala daerah asal Indonesia yang tampil sebagai narasumber dalam Forum Indonesia–Tiongkok bertajuk China–Indonesia Strategic Collaborative Development Summit di Shanghai, Tiongkok, pada Sabtu hingga Minggu (18–19/10).
Forum kerja sama strategis yang digagas HIPMI Pusat bersama Himpunan Pengusaha Tiongkok tersebut mempertemukan sejumlah pengusaha besar dari kedua negara untuk membahas peluang investasi di sektor energi hijau, transportasi, pariwisata, serta pertanian berkelanjutan.
Chaidir menegaskan bahwa Kabupaten Maros memiliki potensi besar pada sektor pariwisata, pertanian, dan industri. Ia menjelaskan bahwa Maros tengah mengembangkan kawasan industri dan pergudangan strategis yang ditunjang infrastruktur lengkap, mulai dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga pelabuhan yang berlokasi dekat wilayah kabupaten.
“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya, khususnya di sektor jasa, industri, dan energi terbarukan. Maros siap menjadi pusat pertumbuhan baru yang menopang Makassar dan Sulawesi Selatan,” ujar Chaidir, Minggu (19/10).
Selain Chaidir, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan BUMN Garuda Indonesia serta sejumlah panelis dari kalangan pengusaha Tiongkok.
Chaidir berharap agenda tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama konkret antara Pemerintah Kabupaten Maros dan investor asal Tiongkok, terutama di bidang energi hijau, transportasi berkelanjutan, dan pengembangan kawasan industri.
“Kami akan menindaklanjuti hasil forum ini dengan penjajakan lanjutan bersama calon investor yang tertarik menanamkan modal di Maros,” tambah mantan Ketua DPRD Maros itu.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap investasi yang masuk dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.














