kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Evaluasi Program MBG, BGN Hentikan Sementara Pembangunan Dapur Baru

Evaluasi Program MBG, BGN Hentikan Sementara Pembangunan Dapur Baru
Kepala BGN, Nanik S. Deyang (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pembangunan dapur baru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan anggaran digunakan lebih tepat sasaran.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan saat ini lembaganya memprioritaskan optimalisasi dapur yang sudah beroperasi dibanding menambah fasilitas baru. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan penataan penerima manfaat dan penguatan kualitas layanan di lapangan.

“Fokus kami adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu dilakukan penataan pelaksanaan program agar kualitas layanan terus meningkat,” kata Nanik dalm keterangannya, Jumat (05/06).

Menurutnya, evaluasi menunjukkan masih terdapat ketimpangan distribusi layanan MBG. Sejumlah wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi memiliki konsentrasi dapur yang tinggi, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan.

“Saat ini masih terdapat konsentrasi dapur yang tinggi di wilayah aglomerasi, sementara sejumlah daerah 3T masih membutuhkan penguatan layanan. Karena itu kami melakukan penataan agar manfaat program bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Selain menghentikan sementara pembangunan dapur baru, BGN juga melakukan penajaman sasaran penerima manfaat agar intervensi gizi lebih terfokus pada kelompok yang paling membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperbesar dampak program terhadap penanganan masalah gizi.

BGN juga memperketat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh dapur yang terlibat dalam program diwajibkan memenuhi standar keamanan pangan, mutu layanan, dan kualitas sumber daya manusia guna menjamin makanan yang diterima masyarakat aman dan sesuai kebutuhan gizi.

Untuk memperluas jangkauan layanan, BGN menyiapkan skema pelaksanaan yang lebih fleksibel di wilayah 3T. Pendekatan yang digunakan tidak hanya melalui pembangunan fasilitas baru, tetapi juga memanfaatkan sarana yang telah tersedia seperti kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas yang memenuhi persyaratan operasional.

“Kami tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga bagaimana sumber daya yang sudah tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” jelas Nanik.

BGN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari badan usaha milik negara, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga yayasan dan organisasi masyarakat untuk mendukung perluasan layanan MBG di daerah yang masih minim akses.

error: Content is protected !!