KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan penggunaan helikopter oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.
Penegasan itu disampaikan menyusul sorotan publik terhadap penggunaan helikopter saat kunjungan gubernur ke Kabupaten Luwu Utaa dan Kota Palopo beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel, Muh Salim Basmin menyebut helikopter yang digunakan gubernur merupakan dukungan dari AAS Foundation dan diberikan secara gratis untuk menunjang mobilitas kepala daerah.
“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa penggunaan helikopter tersebut tidak membebani APBD Provinsi Sulawesi Selatan. Fasilitas itu merupakan dukungan yang diberikan oleh AAS Foundation dan sifatnya gratis,” ujar Salim, Senin (11/05).
Menurutnya, fasilitas udara tersebut dipakai untuk mempercepat koordinasi lintas wilayah, peninjauan program prioritas pemerintah, hingga mendukung pelayanan publik di daerah yang membutuhkan akses cepat.
Pemprov Sulsel, kata dia, tetap menjalankan tata kelola pemerintahan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran.
“Kami memahami perhatian publik terhadap penggunaan fasilitas transportasi kepala daerah. Karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Salim juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait penggunaan helikopter tersebut.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Reza Faisal Saleh. Ia memastikan tidak ada pembiayaan APBD dalam penggunaan helikopter yang dipakai gubernur.
“Helikopter yang digunakan selama ini tidak menggunakan APBD, melainkan berasal dari sumbangan AAS Foundation,” ujar Reza.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel, Suhartono, menjelaskan anggaran sewa kendaraan udara yang tercantum untuk tahun 2026 hingga kini belum digunakan karena belum ada rekanan yang ditunjuk pemerintah.
“Anggaran awal yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak dan strategis pada Tahun 2026 sampai saat ini belum digunakan karena memang belum ada rekanan yang ditunjuk,” katanya.
Ia menambahkan, anggaran tersebut nantinya dipertimbangkan penggunaannya apabila transportasi udara dinilai lebih efisien untuk kebutuhan tertentu.
Sebelumnya, penggunaan helikopter oleh Andi Sudirman menjadi perhatian publik setelah momen pendaratan helikopter di sebuah lapangan di wilayah Rongkong beredar luas di media sosial saat kunjungan kerja ke Luwu Utara dan Palopo, pada Minggu, 26 April 2026.














