KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto mulai tancap gas mematangkan persiapan menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diawali dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir pada Senin (11/5)
Rapat strategis yang berlangsung di ruang kerja Bupati ini turut dihadiri oleh Pj Sekda Jeneponto Aspa Muji, Asisten I Mustaqbirin, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Jeneponto.
Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menekankan bahwa kesuksesan Idul Adha bergantung pada kuatnya sinergi antar-pihak. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari salat hingga penyembelihan kurban, dapat berjalan aman, tertib, dan khidmat.
“Momentum Idul Adha bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat,” tegas Paris Yasir.
Sementara itu, Pj Sekda Jeneponto, Aspa Muji, memaparkan bahwa puncak pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini direncanakan akan dipusatkan di Stadion Mini Turatea pada 27 Mei 2026 mendatang.
Ia menyebut bahwa berbagai persiapan teknis menjadi fokus utama dalam pembahasan ini, diantaranya adalah, kesiapan lokasi, seperti penataan area utama salat Id.
Selain itu, pihaknya juga membahas tentang manajemen arus, yakni pengaturan parkir kendaraan dan skema pengamanan.
Disisi lain, sektor kebersihan juga menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto, dengan melakukan koordinasi lintas OPD, untuk memastikan lokasi tetap bersih pasca-kegiatan,” jelas Pj. Sekda.
Selain urusan salat, Pemkab Jeneponto juga menaruh perhatian serius pada proses ibadah kurban. Pemerintah akan memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan sesuai dengan syariat Islam.
“Rapat juga membahas pendataan hewan kurban, kesiapan lokasi penyembelihan, hingga mekanisme distribusi daging kepada masyarakat. Pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat guna memastikan semua sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Aspa Muji.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi untuk menyempurnakan seluruh rangkaian persiapan. Selain memastikan kelancaran ibadah, langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di Bumi Turatea.














