KabarMakassar.com – Alarm percepatan berbunyi keras di jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, saat Wakil Bupati H. Sahabuddin, memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) realisasi keuangan dan kegiatan pembangunan daerah Triwulan III (Juli–September) Tahun Anggaran 2025 di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (23/10).
Dalam rapat tersebut, Wabup menyoroti kinerja yang masih membutuhkan dorongan keras, mengingat sisa waktu efektif di tahun anggaran 2025 yang semakin menipis.
Berdasarkan laporan yang Ia terima per akhir September 2025, kinerja fisik kegiatan pembangunan Kabupaten Bantaeng baru mencapai 61,05%, sementara realisasi keuangan berada di angka 58,03%. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan, Wabup meminta seluruh perangkat daerah untuk segera tancap gas.
“Saya berharap para pengguna anggaran dan PPTK dapat memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian pekerjaan, terutama kegiatan dengan progres fisik yang masih di bawah 50%,” ujar Wabup Sahabuddin, menekankan bahwa Monev adalah proses krusial untuk memastikan tercapainya target secara efektif dan efisien.
Wakil Bupati juga menggunakan momentum Monev ini untuk menekankan pentingnya sinergi perangkat daerah dalam mendukung berbagai program strategis nasional.
Menurutnya, beberapa program yang wajib diakselerasi meliputi, Pelaksanaan MBG (Makmur Bersama Gunung/Lembah/Pesisir, jika relevan), Pembentukan Koperasi Merah Putih, Penurunan prevalensi stunting dan angka kemiskinan, Pemberantasan penyakit TBC, Pelaksanaan Sekolah Rakyat dan Program 3 Juta Rumah.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala OPD dan jajaran penting Pemkab Bantaeng, yang dituntut untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi agar semua program pembangunan, baik dari APBD Pokok maupun Perubahan, dapat dituntaskan sebelum tahun anggaran berakhir














