KabarMakassar.com –- Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengambil langkah tegas dan serius dalam menghadapi tantangan penyebaran HIV/AIDS melalui audiens bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan.
Langkah strategis ini pun dijadikan sebagai momentum penting untuk mengubah paradigma penanggulangan AIDS, dari yang semula dianggap masalah kesehatan, menjadi isu sosial dan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen pemerintahan.
Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, selaku Ketua Tim Penanggulangan AIDS, menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama.
Oleh sebab itu, audiensi ini sengaja melibatkan perwakilan dari berbagai sektor non-kesehatan, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Pendidikan.
“Penanggulangan HIV/AIDS bukan semata urusan kesehatan, melainkan juga persoalan sosial dan masa depan generasi. Pemkab Jeneponto berkomitmen memperkuat kelembagaan dan memperluas edukasi masyarakat agar upaya pencegahan berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Islam Iskandar, Kamis (23/10).
Penekanan Wabup ini mengindikasikan perintah untuk menghilangkan ego sektoral, memaksimalkan peran setiap OPD dalam pencegahan, mulai dari edukasi di sekolah, sosialisasi di tempat kerja, hingga pencegahan di sektor pariwisata.
Sementara itu, Perwakilan KPA Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Pihaknya menilai komitmen yang ditunjukkan oleh Wabup Islam Iskandar sangat tinggi, sehingga Jeneponto berpotensi besar menjadi daerah rujukan dalam penguatan jejaring kerja KPA di tingkat kabupaten se-Sulsel.
Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk menyusun rencana tindak lanjut yang terpadu, memastikan program pencegahan dan layanan pendampingan bagi masyarakat terdampak dapat diperkuat secara efektif, sejalan dengan visi Jeneponto yang berkelanjutan dan inklusif.














