kabarbursa.com
kabarbursa.com

Seorang Lansia dengan Riwayat Pikun Dilaporkan Hilang di Hutan Gowa

Seorang Lansia dengan Riwayat Pikun Dilaporkan Hilang di Hutan Gowa
Tim sar gabungan melakukan pencarian terhadap korban (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Seorang lanjut usia (lansia), bernama Malla (65) dilaporkan menghilang di sebuah hutan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Korban yang mengalami kondisi lupa ingatan (pikun) telah hilang selama seminggu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menerima laporan hilangnya korban di wilayah hutan Dusun Panyikkokang, Desa Manuju, Kabupaten Gowa, pada Kamis (13/11).

Menurut keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada 09 November beberapa waktu lalu, berjalan menuju area hutan yang berada di belakang rumahnya.

Sebelumnya aparat setempat dan warga telah melakukan pencarian, namun belum ditemukan dan baru melaporkan kondisi hilangnya korban kepada Basarnas Makassar pada hari Kamis (13/11) kemarin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa setelah menerima informasi, tim SAR gabungan langsunv dikerahkan untuk mencari korban.

“Setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga, kami langsung menggerakkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/11).

Arif menerangkan bahwa upaya pencarian dilakukan dengan menyisir jalur-jalur perbukitan, aliran sungai kecil, hingga kawasan hutan yang diduga menjadi arah pergerakan korban.

“Kondisi korban yang sudah pikun menjadikan proses pencarian harus dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati,” ujarnya.

Upaya pencarian korban dengan melibatkan personel Basarnas Makassar, perangkat desa, pihak keluarga, TNI-Polri, potensi sar serta warga setempat. Pencarian dilakukan dengan metode ground searching, pemetaan area sekitar lokasi hilangnya korban, serta penggunaan peralatan navigasi dan juga drone sar untuk memperluas area pencarian.

“Penggunaan drone thermal sangat membantu tim dalam melihat area yang sulit dijangkau secara langsung. Kami berharap metode ini dapat memberikan petunjuk terkait keberadaan korban,” bebernya.

Hingga saat ini, pada pencarian hari ketiga korban belum juga ditemukan, sehingga tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan akan diperluas sesuai perkembangan informasi di lapangan.

error: Content is protected !!