KabarMakassar.com — Sekelompok pengendara motor yang diduga geng motor melintas sambil menggeber knalpot di Jalan Poros Sulawesi, Kalappo, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6).
Aksi tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV milik salah satu lapak jualan di pinggir jalan. Dalam rekaman itu, sekelompok pengendara terlihat melintas dari arah utara menuju selatan sambil menggeber gas motor dan berteriak di depan lapak warga.
Kejadian itu membuat seorang pembeli yang hendak berbelanja panik. Pembeli tersebut spontan melompat melewati meja kaca jualan dan bersembunyi di balik etalase untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Pemilik lapak, Risna, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku panik dan ketakutan saat mendengar suara motor yang keras di depan tokonya.
“Benar, CCTV saya sempat merekam awal kejadian. Sekelompok pengendara motor melintas dan saat itu saya sedang melayani seorang pembeli. Belum sempat berbelanja, tiba-tiba pembeli itu lompat masuk melewati meja kaca jualan untuk bersembunyi,” ujar Risna.
Risna mengatakan, kejadian itu juga membuat anak dan suaminya gemetar karena ketakutan. Ia menyebut peristiwa seperti itu baru pertama kali terjadi di sekitar lapaknya.
“Anak dan suami saya gemetar karena ketakutan. Baru kali ini terjadi, jumlah pengendara motor itu banyak sekali,” katanya.
Meski demikian, Risna bersyukur para pengendara tersebut tidak turun dan tidak masuk ke lapak jualannya.
“Beruntung mereka tidak sempat turun dan masuk ke jualan kami,” ucapnya.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Mangarabombang telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Mangarabombang, Aipda Aswar, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
“Pihak Reskrim Polsek Mangarabombang sudah turun ke lokasi dan mengambil keterangan dari korban. Saat ini kami masih menyelidiki kejadian tersebut,” ujar Aswar.
Polisi juga akan mendalami rekaman CCTV yang merekam aktivitas sekelompok pengendara motor tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan identitas para pengendara serta motif di balik aksi yang meresahkan warga itu.














