kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Potret Pilu di Jeneponto: Mustafa, Warga Lumpuh yang Bertahan Hidup di Kolong Rumah

Potret Pilu di Jeneponto: Mustafa, Warga Lumpuh yang Bertahan Hidup di Kolong Rumah
Kondisi Mustafa saat dikunjungi dikediamannya (Dok : Ist).

KabarMakassar.com – Di balik hingar-bingar kehidupan modern, tersembunyi kisah pilu seorang pemuda di Lingkungan Ci’nong, Kelurahan Tonrokassi, Kabupaten Jeneponto, bernama Mustafa.

Pemuda berusia 19 tahun ini harus menjalani hidupnya di kolong rumah panggung, beralaskan tanah dan beratapkan papan tua. Ia telah lumpuh sejak lahir, tak mampu berjalan apalagi berdiri.

Kondisi Mustafa jauh dari kata layak. Tanpa kursi roda atau tempat tidur yang memadai, ia menghabiskan belasan tahun hidupnya dalam keterbatasan ekonomi yang parah.

Keadaannya semakin berat setelah salah satu orang tuanya meninggal dunia. Kondisi ini semakin diperparah setelah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya dapat meringankan beban hidup Mustafa untuk mencukupi kehidupannya malah diputuskan oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang tetangga Mustafa bahwa ia pernah menerima bantuan dari pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, bantuan krusial itu kini terhenti.

“Pernah dapat PKH, tapi sekarang tidak aktifmi datanya kodong,” ujar tetangga, Selasa (09/09).

Akibat terputusnya bantuan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan mandi, Mustafa, saat ini sepenuhnya hanya bergantung pada belas kasihan tetangga atau pada orang-orang terdekatnya.

Meski hidup dalam kondisi yang memilukan, semangat Mustafa nyatanya tak pernah pudar. Senyumnya tetap setia menghiasi wajahnya saat tetangganya datang menjenguk, menjadi simbol ketabahan yang luar biasa.

Warga sekitar berharap kisah Mustafa mendapat perhatian dari pemerintah atau para dermawan. Mereka berharap ada bantuan untuk membuat kehidupan Mustafa lebih manusiawi, setidaknya dengan menyediakan makanan dan tempat tinggal yang lebih layak.

Kisah Mustafa menjadi pengingat nyata akan masih banyaknya warga miskin di Kabupaten Jeneponto yang membutuhkan uluran tangan.

Mustafa tak meminta banyak, hanya ingin sebuah kehidupan yang lebih layak. Bantuan dalam bentuk apapun—kursi roda, tempat tidur, makanan, hingga dukungan medis—akan sangat berarti baginya.

error: Content is protected !!