kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Program MBG Dipangkas 4 Hari, Klaim Hemat Rp50 Triliun per Tahun

Program MBG Dipangkas 4 Hari, Klaim Hemat Rp50 Triliun per Tahun
Ilustrasi Menu MBG (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah mulai membuat strategi memangkas skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi hari distribusi dari lima menjadi empat kali dalam sepekan.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi penajaman anggaran yang ditargetkan mampu menghemat belanja negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan, penghapusan jadwal hari Sabtu dalam program MBG dinilai lebih rasional dari sisi efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logik kan?” ujarnya, Senin (27/04).

Menurut Juda, distribusi makanan pada hari tertentu justru berpotensi menimbulkan inefisiensi, terutama jika siswa harus datang ke sekolah di luar hari aktif hanya untuk mengambil jatah makanan.

“Kalau makanannya ada di sekolah saat libur, anak-anak harus datang. Itu tidak efektif,” katanya.

Dari sisi fiskal, pemangkasan satu hari program disebut berdampak besar terhadap penghematan anggaran. Pemerintah memperkirakan satu hari pengurangan setara dengan efisiensi sekitar Rp1 triliun.

“Satu hari itu bisa menghemat Rp1 triliun. Dalam sebulan bisa Rp4 triliun, dan setahun tentu saja lebih dari Rp50 triliun,” jelas Juda.

Selain pengurangan hari, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengetatan pengawasan kualitas pelaksanaan program di lapangan. Unit pelaksana seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi tegas.

“SPPG yang tidak sesuai standar, istilahnya ‘nakal’, akan diskors dan dievaluasi. Ini bagian dari refocusing agar program tetap tepat sasaran,” tukasnya.

error: Content is protected !!