KabarSelatan.id — Ribuan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh Kabupaten Jeneponto mengikuti Gerakan Aksi Bergizi Nasional. Rabu (26/10).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto itu menggalakkan ribuan siswa untuk ikut serta dalam aksi cuci tangan pakai sabun, makan sayur dan buah, minum tablet tambah darah serta pemberian edukasi kepada seluruh siswa.
Kadis Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti Mansur pun langsung memberi apresiasi kepada seluruh sekolah yang mendukung kegiatan ini.
"Kami berterima Kasih kepada seluruh sekolah yang ini hari melaksanakan Aksi bergizi Bersama sebagai bentuk edukasi dan motivasi kesehatan kepada anak remaja putri kita dengan meminum tablet tambah darah. Khususnya, MTs Negeri 1 Romanga dan SMP 5 Binamu," Kata Syusanti.
Kerennya lagi, acara yang digelar secara serentak diseluruh wilayah Nusantara ini pun masuk kategori Museum Rekor Indonesia (MuRI).
Tak pelak, kegiatan yang berlangsung di sekolah itu pun langsung dipantau Tim Promosi kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dan KIA Gizi
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Jeneponto, Kamal yang ikut memantau kegiatan itu pun mengatakan kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh sekolah.
"Ribuan siswa remaja putri yang tersebar dibeberapa sekolah di Jeneponto cuman yang masuk untuk rekor Muri ada dua sekolah yang di tunjuk langsung dari Provinsi yaitu MTSN Romanga dan SMP 5 Binamu" jelasnya.
Ia juga menuturkan Gerakan Aksi Bergizi ini adalah program nasional yang ikut dilaksanakan oleh empat Kementerian.
"Demi menurunkan angka stunting di Indonesia kegiatan ini tetap dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap sekolah," tutup Kamal.
Senada dengan salah satu Promotor Kesehatan, Abdul Rahman Akmal menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Bergizi adalah salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
"Khususnya peserta didik di sekolah, ini juga merupakan salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifik dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto," kata Akmal.
Ia juga menuturkan kegiatan ini juga perlu dilakukan system edukasi kepada tenaga pengajar dan siswa.
" Seorang promotor kesehatan harus selalu mengadvokasi pihak sekolah dan mengedukasi guru dan siswa. Kegiatan aksi bergizi ini perlu didukung oleh keterlibatan dan kolaborasi dari lintas sektor," pungkas Akmal.













