KabarMakassar.com — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meminta tambahan kuota jagung program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada Perum Bulog. Permintaan itu diajukan untuk menjaga stabilitas stok jagung dan harga pakan ternak di Kabupaten Sidrap.
Produksi jagung di Sidrap disebut terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Namun di sisi lain, populasi ternak unggas juga meningkat sehingga kebutuhan jagung untuk pakan semakin tinggi.
“Produksi jagung di Sidrap banyak, bertambah, cuman meningkat juga populasi ternak, maka dibutuhkan support dari Bulog untuk SPHP jagung. Supaya stok jagung mantap dan tidak naik harganya,” kata Syaharuddin Alrif, belum lama ini.
Menurut Syaharuddin, pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan penyaluran jagung SPHP dan sebagian sudah terealisasi. Karena itu, Pemkab Sidrap kini kembali meminta tambahan kuota untuk memenuhi kebutuhan peternak.
“Sudah diajukan dan sudah terealisasi, makanya kami minta untuk tambahan,” ujarnya.
Ia mengatakan koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Bulog Sulselbar terkait penambahan kuota tersebut. Dinas Peternakan Sidrap diminta segera mengumpulkan data kebutuhan peternak untuk pengajuan tambahan distribusi.
“Saya sudah bicara dengan Wapimwil Bulog, supaya Dinas Peternakan di Sidrap mengumpulkan pengajuan. Sudah ditindaklanjutkan oleh Wapimwil Bulog untuk mengajukan pengajuan dari Sidrap untuk peternak, supaya tambah kuota SPHP jagungnya,” katanya.
Syaharuddin menilai keberadaan jagung SPHP sangat penting bagi stabilitas harga pangan daerah. Pasalnya, jagung menjadi salah satu komponen utama dalam produksi pakan ayam.
Ia menjelaskan pakan ayam umumnya tersusun dari campuran jagung, dedak, dan konsentrat. Jika salah satu bahan mengalami kenaikan harga, maka biaya produksi peternak otomatis ikut meningkat.
“Karena ayam itu dia makan jagung, dedak sama konsentrat. Dicampur ini tiga. Kalau salah satunya naik, maka naik harga telur. Kalau naik harga telur, otomatis inflasi akan naik,” jelasnya.
Di sisi lain, Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mulai menyiapkan penyaluran jagung SPHP untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen dan sektor pakan ternak. Program tersebut disiapkan menyusul tingginya kebutuhan jagung di sejumlah daerah.
“Penugasannya sudah ada, dalam waktu dekat kita pasti akan menyalurkan sesuai dengan permintaan dari Dinas Pertanian Provinsi ataupun daerah setempat,” Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar Karmila Hasmi.
Karmila mengatakan harga jagung SPHP telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut diharapkan dapat membantu menekan kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Harga acuan di SPHP jagung itu Rp5.000,” pungkasnya.














