KabarMakassar.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mematangkan konsep rangkaian kegiatan yang akan digelar.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun ini akan berlangsung dengan konsep sederhana, partisipatif, dan berakar pada kearifan lokal, tanpa kesan kemewahan yang berlebihan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Zulkifly Nanda, menegaskan bahwa Wali Kota Makassar menginstruksikan seluruh panitia dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengedepankan esensi kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap kegiatan peringatan hari jadi kota.
“Pak Wali (Munafri Arifuddin) mengarahkan, kegiatan HUT jangan bersifat mewah. Harus ada keterlibatan nyata dari masyarakat dan pemerintah,” ujar Zulkifly di Balai Kota Makassar, Selasa (14/10).
Menurutnya, perayaan akan digelar di dua titik utama, yaitu Lapangan Karebosi dan Anjungan Pantai Losari, yang menjadi ikon kebanggaan warga Makassar. Keduanya akan menjadi pusat kegiatan utama mulai dari upacara, expo, hingga hiburan rakyat.
“Untuk kegiatan seremonial dan lomba-lomba kita laksanakan di Karebosi, sedangkan expo atau pameran akan digelar di Anjungan Pantai Losari,” jelasnya.
Zulkifly menjelaskan, konsep HUT kali ini disusun agar tidak hanya menjadi seremoni seremonial, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor. Setiap SKPD diarahkan berpartisipasi sesuai bidangnya untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Beberapa kegiatan yang telah terjadwal antara lain nikah massal yang akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Expo UMKM yang melibatkan Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan, serta operasi gratis yang akan digelar oleh Dinas Kesehatan. Semua kegiatan tersebut akan dirangkaikan dalam satu agenda besar peringatan HUT Kota Makassar.
“Kita padukan seluruh kegiatan dari berbagai dinas agar memiliki dampak langsung ke masyarakat, tidak hanya perayaan simbolis,” kata Zulkifly.
Selain kegiatan sosial dan ekonomi, agenda ziarah ke makam Raja-Raja Tallo juga masuk dalam rangkaian resmi HUT ke-418 sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan pendiri Makassar. Pada puncak perayaan nanti, panggung hiburan akan diisi oleh artis dan konten kreator lokal untuk menonjolkan kreativitas dan potensi seni kota ini.
“Kami ingin mengeksplor potensi lokal. Artis dan kreator dari Makassar akan diberi ruang agar HUT ini menjadi pesta rakyat yang dekat dengan identitas kotanya sendiri,” ucapnya.
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan sayembara logo dan tema resmi HUT yang dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata. Sayembara ini diharapkan menghasilkan desain dan tema yang mencerminkan semangat inklusif, modern, namun tetap menghargai nilai-nilai budaya Bugis-Makassar.
“Tema sebenarnya sudah ada, tapi masih akan disampaikan ke Pak Wali untuk disetujui. Untuk logo, sementara disayembarakan oleh Dinas Pariwisata, dan pemenangnya akan segera diumumkan,” tutur Zulkifly.
Ia menambahkan, konsep penggunaan pakaian adat daerah juga tengah dipertimbangkan sebagai simbol kebanggaan budaya Makassar. Namun keputusan final mengenai hal ini akan ditetapkan setelah konsep acara disetujui Wali Kota.
Perayaan HUT Makassar tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang kota yang kini berusia lebih dari empat abad, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menuju kota yang inklusif, maju, dan berkarakter.
“Intinya, semangatnya bukan pada kemegahan, tapi pada makna. Pemerintah ingin semua elemen masyarakat merasa menjadi bagian dari hari bersejarah ini,” tutup Zulkifly.














