KabarMakassar.com -– Antusiasme tinggi menyelimuti Aula Politeknik STIA LAN Makassar pagi tadi saat Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, hadir memberikan kuliah umum.
Mengangkat tema besar “Pemimpin Muda, Masa Depan Daerah: Dari Gagasan ke Aksi Nyata”, pria yang akrab disapa Uji Nurdin ini membagikan optimisme tentang perubahan peta kepemimpinan di Indonesia.
Kehadiran orang nomor satu di Bantaeng ini disambut hangat oleh seluruh jajaran Civitas Akademika.
Dalam paparannya, Bupati menekankan bahwa mahasiswa tidak lagi boleh sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan harus mulai memoles gagasan untuk dieksekusi menjadi aksi nyata bagi daerah.
Bukan tanpa alasan, Bupati Fathul Fauzy memaparkan data menarik yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap anak muda kini berada di titik tertinggi.
Mengutip data riset nasional, ia menunjukkan adanya pergeseran paradigma kepemimpinan yang signifikan dalam empat tahun terakhir.
“Pemimpin muda adalah masa depan daerah. Menurut data dari Litbang Kompas tahun 2020, pemimpin muda dari rentang usia 25 sampai 34 tahun berjumlah kurang lebih 13 persen. Kemudian pada tahun 2024, angka ini naik menjadi 22 persen. Jadi ada kenaikan 9 persen,” urai Bupati Bantaeng di hadapan ratusan mahasiswa.
Menurutnya, angka ini bukan hanya sekadar statistik belaka, melainkan sinyal bahwa gerbang kepemimpinan telah terbuka lebar dalam era kali ini.
“Tren ini mulai berubah. Pemimpin-pemimpin muda sudah mulai diberikan ruang oleh masyarakat untuk bisa mengambil peran-peran strategis,” tambahnya.
Di akhir sesi, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pihak Politeknik STIA LAN Makassar atas kesempatan berbagi pengalaman.
Ia berharap kuliah umum ini menjadi pemantik api semangat bagi para mahasiswa untuk berani bermimpi dan berkarya.
“Semoga ini menjadi motivasi kepada adik-adik mahasiswa untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mengisi pembangunan. Masa depan daerah ada di pundak kalian yang berani melangkah dari gagasan menuju aksi,” tutupnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan tingginya minat mahasiswa terhadap keterlibatan dalam tata kelola pemerintahan dan inovasi daerah ke depan.














