kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Harga Gabah Naik, Bulog Tetap Stabilkan Stok Beras

Harga Gabah Naik, Bulog Tetap Stabilkan Stok Beras
Penyelenggaraan GPM oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bulog di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Selasa (08/07).

KabarMakassar.com — Upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok terus dilakukan oleh Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) di tengah kondisi harga beras yang mengalami kenaikan.

Keterlibatan Bulog dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan di berbagai wilayah menjadi bagian dari strategi untuk menstabilkan harga dan menjangkau masyarakat langsung di tingkat kelurahan.

Manajer Bisnis Bulog Sulselbar, Rahmi Mangerang menjelaskan, situasi pasar yang belum memasuki masa panen membuat pasokan beras ke penggilingan masih terbatas.

Sementara itu, harga gabah yang tinggi memengaruhi harga jual beras, khususnya di tingkat produsen dan konsumen.

“Saat ini memang untuk beras, mungkin pasokan di masyarakat sedang kurang karena memang belum panen, di mana untuk panen sekitar dua atau tiga minggu mulai panen, dan di lapangan memang untuk harga gabah sudah tinggi Rp7.000 dan harga beras medium di penggilingan berada di angka Rp14 ribu, namun Bulog tetap berusaha dalam melakukan stabilisasi harga, dan ketersediaan stok yang ada untuk dijual, termasuk komoditi seperti minyak goreng,” ujar Rahmi, Selasa (08/07).

Rahmi menambahkan, meski saat ini Bulog menjual beras premium karena stok SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) masih menunggu penugasan dari pusat, antusiasme masyarakat terhadap beras yang disediakan tetap tinggi.

Dalam satu kali pelaksanaan GPM, bisa terjual hingga dua ton beras, terutama karena masyarakat semakin selektif dalam memilih pangan yang berkualitas dan terjangkau.

”Kalau beras premium ini memang beda dengan beras SPHP yang memberi kontribusi cukup besar dalam stabilisasi harga. Satu kali kegiatan bisa menghabiskan hingga 2 ton beras, namun memang untuk beras SPHP masih menunggu penugasan dari pusat untuk dikeluarkan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan GPM menjadi sarana penting dalam menyalurkan bahan pangan ke masyarakat, khususnya di masa sebelum panen raya.

Dia memastikan bahwa komoditas seperti beras dan minyak goreng selalu menjadi dua jenis barang yang paling dicari warga saat kegiatan berlangsung.

“Beras dan Minyak Goreng minyakita menjadi dua komiditi yang paling dicari, oleh masyarakat saat GPM,” sebutnya.

Rahmi juga menegaskan, jika surat penugasan untuk penyaluran beras SPHP sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, maka pihaknya akan segera melakukan distribusi kepada masyarakat. Hal ini untuk memastikan stabilisasi harga bisa terus berjalan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Dalam kegiatan GPM nantinya jika surat penugasan penyaluran SPHP keluar maka tentu kami akan kembali mendistribusikan ke masyarakat,” jelas Rahmi.

error: Content is protected !!