KabarMakassar.com — Masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Hamzah Ahmad, resmi berakhir.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memastikan pergantian pucuk pimpinan dilakukan segera untuk menjaga stabilitas layanan air bersih.
Ia mengungkapkan, pengganti Hamzah Ahmad telah disiapkan. Nama yang menguat adalah Andi Syahrum Makkuradde, eks Camat Biringkanaya yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas PDAM Makassar.
“Pertimbangannya karena masa tugasnya sudah selesai dan tidak bisa diperpanjang lagi. Kita akan mengisi posisi ini dari unsur Dewas agar proses layanan tetap berjalan tanpa gangguan,” ujar Appi, Senin (20/04).
Ia menegaskan, pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pembenahan layanan, terutama distribusi air bersih ke wilayah utara Kota Makassar yang selama ini menjadi sorotan.
“Salah satu yang paling penting adalah memastikan saluran air bersih bisa menjangkau wilayah utara. Ini jadi tugas utama direksi ke depan,” tegasnya.
Menurut Appi, kritik dari DPRD terkait kinerja PDAM menjadi perhatian serius pemerintah kota. Karena itu, pembenahan tidak hanya difokuskan pada aspek manajerial, tetapi juga pada perbaikan teknis di lapangan.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat persoalan pada infrastruktur utama, termasuk kebocoran pipa besar dan kerusakan pompa yang menghambat distribusi air.
“Sudah ada dua titik penyambungan pipa besar yang bermasalah, baik karena kebocoran maupun kerusakan pompa. Ini harus segera ditangani agar distribusi air bisa maksimal,” jelasnya.
Selain perbaikan teknis, Appi juga meminta PDAM menyiapkan skema cadangan untuk menjamin pasokan air tetap tersedia jika jaringan utama terganggu.
“Kalau tidak bisa terjangkau melalui jalur utama, PDAM harus punya backup plan agar kebutuhan air warga, khususnya di wilayah utara, tetap terpenuhi,” tambahnya.
Terkait penunjukan Andi Syahrum, Appi menilai sosok tersebut memiliki kapasitas yang memadai dari sisi pengalaman birokrasi dan kepemimpinan.
“Beliau senior, punya pengalaman birokrasi yang baik, juga pernah memimpin lembaga. Saya kira sangat tepat untuk posisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Hamzah Ahmad dipastikan tidak lagi menjabat sebagai Plt Dirut. Namun, ia masih memiliki peluang untuk kembali mengikuti proses seleksi direksi PDAM yang akan dibuka dalam waktu dekat.
“Pak Hamzah sudah tidak menjabat. Nanti bisa ikut seleksi lagi,” tukasnya.













