kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ekstrim, Kemiringan 90 Derajat Tangga Kaluppio Penghubung Dua Kecamatan

KABARBUGIS.ID – Ekstrim, Tangga Kaluppio dengan kemiringan 90 derajat. Tangga yang menempel di tebing batu besar dan terbuat dari kayu ini merupakan jalur penghubung antar dua dusun berbeda kecamatan yang ada di Kabupaten Pinrang.

Tangga Kaluppio berada tepat di antara batas Dusun Salu Baka, Desa Kaseralau, Kecamatan Batu Lappa dengan Dusun Lom'ba, Desa Kariango, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Tebing Kaluppio dengan ketinggian sekitar 600 meter lebih itu menjadi akses warga lokal setempat sejak ratusan tahun lalu. jalur tersebut terdapat 7 tangga yang tersusun, diantaranya terdapat 5 tangga kayu.

Dari pantauan KabarBugis.id, tebing tersebut dipahat dengan diameter 10 cm sebagai pijakan kaki. Selain itu terdapat tangga kayu yang terbuat dari kayu ulin hitam dengan lebar sekitar 40 cm, tinggi per tangga sekitar 150 meter dan 22 anak tangga per tangganya dengan kemiringan sekitar 70 hingga 90 derajat.

Bagi yang ingin adu adrenalin. Untuk sampai di dusun Salu Baka membutuhkan perjalanan sekitar 60 kilometer dari arah kota Pinrang, sisanya harus berjalan kaki 40 menit melewati kebun warga untuk menjajaki ekstrimnya Tangga Kaluppio.

Salah seorang warga Dusun Lom’ba, Ramalia (60) mengaku setiap hari melewati jalur ekstrim tanpa pengaman khusus. Ia dan suaminya harus rela melewati tangga itu sebagai akses pintas ke kebunnya yang berada di Dusun Salu Baka.

“Setiap hari lewat disini (Tangga Kaluppio), turun jam 8 pagi pulang sore hari. Dari pada lewat jalan lain 3-4 jam perjalanan itu pun pake motor,” kata Ramalia saat wawancarai di atas puncak Kaluppio, Minggu (13/2) sore kemarin.

Ramalia menceritakan jalur pintas itu sudah ada sejak nenek moyang mereka. Sebelumnya hanya terbuat dari bambu.

“Dulu inikan tangga bambu. Sekarangkan sudah terbuat dari kayu, itu pun banyak yang patah anak tangganya. Kami harap semoga pemerintah mengganti pake besi supaya lebih aman,” harapnya.

Sementara warga Lom’ba, Herman (60) berharap sama agar tangga tersebut diganti menggunakan besi. Ia mengatakan jalur tersebut bisa menjadi objek wisata baru jika ditata dengan baik.
“Kalau sudah bagus, bisa menjadi objek wisata supaya perekonomian warga disini meningkat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!