KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Makassar mengalami inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,00 persen pada Mei 2026.
Kenaikan harga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Berdasarkan data BPS yang dirilis pada 2 Juni 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Makassar pada Mei 2026 tercatat sebesar 111,85.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi mencapai 9,72 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan sebesar 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain dua kelompok tersebut, sejumlah komponen pengeluaran lainnya juga mengalami kenaikan harga. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tercatat mengalami inflasi 2,78 persen, disusul kelompok pendidikan sebesar 1,27 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 1,22 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,10 persen. Sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 1,09 persen.
Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat inflasi 1,01 persen. Sedangkan kelompok kesehatan mengalami kenaikan 0,47 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,43 persen.
Secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi Kota Makassar pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,06 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan harga masih terjadi meskipun relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) hingga Mei 2026 mencapai 2,16 persen. Kondisi ini mengindikasikan harga barang dan jasa di Kota Makassar masih mengalami tren peningkatan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.
Data BPS menunjukkan tekanan inflasi di Makassar masih didominasi oleh kebutuhan konsumsi masyarakat, khususnya sektor pangan serta perawatan pribadi yang mencatat kenaikan paling tinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.















