kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Deflasi Bulanan Tahan Laju Harga di Sulsel

Deflasi Bulanan Tahan Laju Harga di Sulsel
ilustrasi deflasi (dok. KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Seluruh wilayah pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan pada April 2026. Meski demikian, laju kenaikan harga berhasil tertahan oleh deflasi yang terjadi secara bulanan.

BPS Sulsel mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,68 persen dengan IHK mencapai 111,56. Angka ini menunjukkan harga barang dan jasa secara umum masih mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto mengatakan, inflasi terjadi merata di delapan kabupaten dan kota yang menjadi cakupan penghitungan IHK. Tidak ada daerah yang mengalami deflasi secara tahunan pada periode tersebut.

“Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,94 persen dengan IHK 109,81. Sementara Kota Parepare mencatat inflasi terendah sebesar 2,18 persen dengan IHK 112,39,” katanya, Selasa (05/05).

Di tengah tren inflasi tahunan tersebut, Sulawesi Selatan justru mengalami deflasi bulanan sebesar 0,03 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan harga dalam jangka pendek.

“Deflasi ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas, terutama dari sektor perikanan dan pangan segar. Ikan layang, ikan cakalang, telur ayam ras, dan pepaya menjadi penyumbang utama deflasi,” tutur Aryanto.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan dengan kenaikan 4,41 persen. Sektor ini masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi daerah.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan tekanan cukup besar dengan kenaikan 11,72 persen. Kenaikan ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara kelompok pengeluaran lainnya.

Di sisi lain, terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi secara tahunan. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,94 persen, sementara kelompok perlengkapan rumah tangga turun 0,14 persen.

Secara kumulatif, inflasi Sulawesi Selatan sejak awal tahun hingga April 2026 mencapai 2,09 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga masih relatif terkendali meski terjadi fluktuasi antara inflasi tahunan dan deflasi bulanan.

error: Content is protected !!