KabarMakassar.com — Muhammad Eko Setia Budi, jemaah asal Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berusia 24 tahun sudah mendapatkan kesempatan untuk berhaji bersama kloter 40 Embarkasi Makassar.
Petugas Haji Daerah Kloter 40, Alfian mengatakan bahwa Eko Setia Budi berangkat menunaikan ibadah haji karena menggantikan ayahnya yang meninggal pada tahun 2019.
“Seharusnya sejak 2 tahun lalu dia sudah bisa berangkat bersama ibunya, namun karena belum ada (panggilan) dari sang pemilik Ka’bah maka tertunda sampai dengan 2025,” ungkapnya dalam keterangan, Jumat (20/06).
Eko bersama 391 jemaah kloter 40 lainnya berangkat dari Kabupaten Jeneponto pada tanggal 29 Mei 2025. Eko diantarkan langsung oleh sang ibu tercinta dan seluruh keluarga besarnya.
Senyum kegembiraan terpancar dari wajah ibunda yang mengantar, akhirnya sang putra akan menyempurnakan agamanya. Semua berjalan lancar sampai dengan puncak haji di Armuzna.
Namun, pada 12 Juni 2025 sekitar pukul 01.15 Waktu Arab Saudi, kabar duka datang, ibunda tercinta, Sada Binti Daseng berpulang ke Rahmatullah di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.
Tentu kabar duka ini membuat Eko sangat patah hati dan kesedihan mendalam serta kehilangan pusat dari dunianya.
Eko menangis dalam pelukan petugas haji. Setelah seharian mengurusi pemakaman dari jauh, menguatkan diri dengan dengan bantuan jemaah dan petugas kloter 40, maka malamnya Eko memutuskan untuk membadal umrohkan almarhumah, wujud baktinya sebagai anak.
Setelah mengambil miqot di Masjid Sayyida Aisyah, umroh untuk almarhumah dilaksanakan. Butir-butir air mata mengalir di tengah kalimat talbiyah, tasbih dan tahmid.
Doa untuk almarhumah terus terucap. Doa yang diharapkan menemani almarhumah di alam kubur. Hari ini, senyuman pemuda ini telah kembali, setelah melaksanakan sholat fardu di Haram.
“Insya Allah ibu sudah berada ditempat yang lebih baik, tugas ku sekarang mendoakan beliau dalam setiap sujud di Haram, InsyaAllah di Baitullah ini, doa lebih cepat terkabul,” ungkap Eko.














