kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Aturan Baru, MBG Tetap Jalan Sabtu di Daerah 3T Hingga Rawan Stunting

BGN Buka Fakta Anggaran Rp268 Triliun untuk MBG
ilustrasi MBG (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menambah hari distribusi khusus bagi wilayah tertentu.

Jika umumnya program berjalan lima hari mengikuti jadwal sekolah, maka daerah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi akan mendapatkan layanan hingga enam hari, termasuk Sabtu.

Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas bersama Presiden, sebagai langkah memperkuat intervensi gizi bagi anak-anak di wilayah rentan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut penambahan hari distribusi menjadi strategi untuk memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi secara konsisten.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi adalah langkah strategis agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi setiap hari,” ujarnya, Minggu (29/03).

Ia menjelaskan, kebijakan ini difokuskan pada daerah dengan tingkat kerentanan tinggi, terutama wilayah tertinggal dan daerah dengan angka stunting yang masih signifikan.

Untuk itu, BGN mengandalkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 sebagai dasar penentuan wilayah prioritas.

“Pendataan harus akurat. Kami bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Pendataan mencakup jumlah sekolah, siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di masing-masing daerah. Wilayah di Indonesia Timur, sebagian Sumatera, hingga Papua menjadi fokus utama intervensi.

Dadan menegaskan, validitas data menjadi kunci keberhasilan program, mengingat MBG menyasar langsung kebutuhan dasar anak.

“Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi. Ini menyangkut masa depan generasi,” tukasnya.

error: Content is protected !!