kabarbursa.com
kabarbursa.com

3 Pria Asal Wajo Ditangkap Usai Tipu Warga Asal Malaysia

Terungkap, Penculik Bilqis di Makassar Pernah Jual Salah Satu Anaknya
ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Polisi menangkap tiga pria asal Kabupaten Wajo, diduga sebagai pelaku penipuan online berinisial YH, TS, dan FN. Pelaku diketahui melakukan penipuan terhadap warga negara asing asal Malaysia.

Para pelaku ditangkap di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, pada hari Sabtu (25/07). Ketiganya kini diamankan ke Mapolda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Mereka sudah sangat meresahkan masyarakat karena korbannya bukan hanya warga lokal, tapi juga sampai ke luar negeri, termasuk Malaysia,” ujar Katim Siber Polda Sulsel, AKP Andi Reza Pahlawan, Kamis (31/07).

Aksi para pelaku untuk melakukan penipuan dengan membuat akun di media sosial dan berkedok tebak nomor togel, kemudian menyasar korbannya yang berasal dari luar negeri.

“Pelaku membuat akun Facebook dengan mengaku dapat menebak nomor togel. Ia mengaku sebagai warga Malaysia dan menyasar warga Malaysia,” ungkapnya.

Setelah korban tertarik, Reza mengungkapkan pelaku mengarahkan komunikasi korbannya melalui WhatsApp dan diminta mentransferkan uang ke rekeningnya. Uang itu diakui sebagai ritual untuk menebak nomor.

“Ketika ada calon korban tertarik, mereka diarahkan untuk menghubungi melalui WhatsApp. Di sana, korban diminta memilih jumlah angka yang ingin ditebak dan diwajibkan mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya ritual, seperti penyembelihan kambing atau bahan sesajen,” ungkapnya.

Akibat aksi penipuan tersebut, Reza mengatakan korban mengalami kerugian sebesar Rp150 juta.

“Kerugian mencapai Rp150 juta untuk sementara yang diterima laporannya,” sebutnya.

Selain modus nomor togel, pelaku juga teridentifikasi melakukan penipuan lewat akun TikTok dengan postingan giveaway palsu kepada warga Malaysia. Korban dijanjikan hadiah dan diminta mengirim screenshot, lalu diarahkan untuk komunikasi melalui WhatsApp

“Setelah itu, korban diminta mentransfer uang dengan alasan biaya pengesahan atau pajak. Usai transfer, pelaku kembali meminta uang tambahan dan jika korban curiga lalu menolak pelaku langsung memutus komunikasi,” kata Reza.

error: Content is protected !!