KabarMakassar.com — Pelarian Wawan Saputra alias Bogar (36) terduga pelaku kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap seorangIbu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berakhir ditangan Polisi.
Pelaku diringkus di tempat persembunyiannya di BTN Fairuz Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pelaku yang buron selama setahun lebih ini terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kakinya lantaran mencoba kabur dari kawalan polisi saat akan dibawa ke Mapolres Jeneponto.
“Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur karena pelaku memberontak dan mencoba melarikan diri saat izin buang air kecil di tengah jalan,” kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman kepada wartawan, Minggu (7/6).
Setelah buron sejak Februari 2025, pelarian Bogar terendus oleh Tim Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto. Polisi mendeteksi keberadaan pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan di Sulteng.
Petugas gabungan dari Resmob Polres Jeneponto yang dipimpin Dantim Pegasus Aiptu Abd Rasyad bersama Tim Resmob Polda Sulsel pimpinan AKP Wawan Suryadinata, serta Kanit Jatanras Polresta Palu Ipda Rastra Anggara. langsung mengepung lokasi tempat kerja pelaku hingga tak bisa berkutik.
Kepada polisi, Bogar mengakui semua perbuatan bejatnya. Sebelum membunuh korban yang bernama Basse Daeng Ngintang, pelaku sempat menggelar pesta minuman keras (miras) tradisional jenis ballo di rumah bos pemborongnya.
Dalam kondisi mabuk berat, pelaku berjalan kaki ke rumah korban pada dini hari sekitar pukul 03.30 WITA. Ia menyelinap masuk lewat pintu belakang rumah lalu menuju kamar korban yang sedang terlelap.
Menurut Kasat Reskrim, aksi Bogar tergolong sangat sadis. Untuk melancarkan aksi bejatnya, pelaku mengikat kedua tangan korban menggunakan kain jilbab. Tak hanya itu, wajah korban juga dibekap menggunakan bantal agar tidak berteriak.
“Dalam kondisi korban tak berdaya dan lemas akibat dibekap, pelaku melancarkan aksi pemerkosaan tersebut sebanyak dua kali hingga mengakibatkan korban tewas di tempat,” jelasnya.
Usai membunuh korban, Bogar sempat bersembunyi di wilayah BTP Kota Makassar. Setelah mendengar kabar bahwa kematian korban diselidiki polisi karena dinilai tidak wajar, pelaku panik.
Ia pun nekat kabur ke Palu, Sulteng, demi menghindari kejaran petugas. Untuk mengelabui polisi selama perjalanan, pelaku menumpang mobil truk dengan cara berpindah-pindah mobil hingga tiba di lokasi pelariannya.
Nahas bagi Bogar, usahanya untuk kembali lolos gagal total. Saat dikawal tim gabungan dalam perjalanan menuju Polres Jeneponto pada Sabtu (6/6), ia berdalih ingin buang air kecil.
“Saat itulah ia nekat mendorong polisi dan kabur. Tiga kali tembakan peringatan ke udara diabaikan pelaku, hingga akhirnya polisi menembak kedua betis kaki kanan dan kirinya,” terang AKP Nurman.
Pelaku sempat dilarikan ke RSUD Lanto Dg Pasewang untuk perawatan medis sebelum akhirnya dijebloskan ke sel tahanan Polres Jeneponto guna mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya.














