KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (20/06). Berdasarkan data RTI Business pada pukul 10.10 WITA, IHSG turun 24,75 atau 0,36 persen ke level 6.943,88.
Diketahui, IHSG sempat berada diposisi yang lebih rendah pada level 6.923,59. Sedangkan, posisi tertingginya hingga saat ini berada pada level 6.954,81.
Pergerakan saham di awal perdagangan hari ini didominasi oleh tren negatif. Ada 273 saham bergerak turun, 191 saham tak bergerak serta 173 saham yang bergerak naik.
IHSG per pagi hari ini, tercatat telah memperdagangkan 2,03 miliar lembar saham dengan frekuensi 126.596 kali. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan tembus hingga Rp1,14 T.
Hari ini menjadi hari terakhir perdagangan pasar keuangan Indonesia, dimana diperkirakan jika indeks IHSG serta nilai tukar rupiah masih berpeluang mengalami tekanan aksi ambil untung.
Ketidakpastian global yang masih tinggi akibat tarik-ulur negosiasi tarif antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya juga menambah beban pasar.
Tekanan tambahan turut datang dari kondisi geopolitik yang memanas, terutama di kawasan Timur Tengah. Situasi ini dikhawatirkan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi global dalam waktu dekat, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap lebih berhati-hati menjelang penutupan akhir pekan serta kuartal.
Perdagangan hari ini pun diperkirakan akan cukup rentan terhadap aksi koreksi seiring dengan meningkatnya minat investor pada aset-aset aman atau safe haven. Ketidakpastian global juga mendorong pelaku pasar untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham.
Kondisi semakin memanas usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan langsung Washington dalam aksi militer terhadap Iran. Eskalasi konflik tersebut berpotensi memperbesar ketegangan kawasan dan menambah tekanan pada pasar keuangan global.
Ketika IHSG memerah, terdapat lima saham yang berlari kencang dan masuk dalam daftar top gainers hari ini.
Harga saham melonjak dari 20 sampai dengan 34 persen, bahkan terdapat dua saham yang mentok batas auto rejection atas (ARA).
Sebagai informasi, kedua saham ARA itu yakni PT Master Print Tbk (PTMR) melonjak 34 persen serta PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik hingga 24,7 persen.
Saham top gainers lainnya yaitu PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melejit 28,4 persen, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) melesat 24,5 persen serta PT Andalan Sakti Primaindo Tbk melonjak 20,8 persen.
Sedangkan, lima saham yang tersungkur dan masuk dalam daftar top losers, saham-saham itu jatuh dari 9 persen sampai dengan 15 persen.
Terdapat tiga saham yang membentur auto rejection bawah (ARB), yakni PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) ambles 15 persen, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) turun 14,5 persen serta PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) anjlok 14 persen.
Adapula PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (Jati) yang merosot 11 persen dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) turun 9,5 persen.
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Walau begitu, investor disarankan agar tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.














