kabarbursa.com
kabarbursa.com

CEK FAKTA: Telah Dibuka Pencairan Bantuan PKH Tahap 3!

KabarSelatan.id — Sebuah postingan beredar luas di sosial media terkait dibukanya pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III. 

Postingan tersebut mengatasnamakan bantuan sosial yang bakal disalurkan Bank Rakyat Indonesia dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Didalam postingan itu, tim kabarselatan.id menemukan narasi yang bertuliskan:

Telah dibuka pencairan bantuan PKH tahap 3!

"Segera daftarkan diri anda sebelum ditutup.

1. Pencairan bantuan tidak dipungut biaya sepeserpun.
2. Buka website-nya dan segera daftarkan diri anda untuk klaim bantuan PKH tahap 3.
3. Batas pendaftaran sampai dengan 1 Sep- 31 Oktober.

Klik pada link dibawah untuk mendaftar https://pkh3.b-cdn.net/?v=cekbansos. 

Setelah mendaftar pada link diatas, bantuan PKH tahap 3 akan disusbsidikan setelah 24 jam," tulis postingan, Selasa (14/9).

Hasil Cek Fakta:
Berdasarkan hasil penelusuran, Pimpinan Bank Rakyat Cabang Jeneponto, Yandi Suryandi mengatakan terkait bantuan sosial, baik itu PKH, BLT, BPUM, atau yang lagi ramai saat ini BPNT kita kembali ke ranah masing-masing bidang. 

Jadi kami Himbara tentunya tidak pernah meminta masyarakat untuk mendaftar karena datanya itu sudah diberikan oleh Dinas Sosial yang dilakukan pendamping. 
Seperti aparat Desa, Kecamatan, Lurah mereka yang berhak mendata. 

Mekanisme sebenarnya adalah Dinas Sosial yang akan melapor ke Kemensos bahwa penerima bansos baik yang berada di wilayah Jeneponto maupun wilayah lain harus melalui tahapan.

Sehingga Kemensos memberikan data, sesuai jumlah kuota, daftar nama, jumlah bantuan akan diserahkan kepada Himbara.

"Bank BRI, BNI atau pun Mandiri, nanti Kemensos nih yang menunjuk ke siapa yang menjadi penyalur. Jadi BRI hanya sebatas menyalurkan, penerima juga sudah jelas siapa, angkanya pun sudah jelas berapa. Jadi masuk ke rekening itu kita tinggal sisa menyalurkannya saja," jelas Yandi saat ditemui diruang kerjanya, Senin (13/9)

Apabila ada informasi atau pun postingan silahkan mendatangi Dinas Sosial setempat atau ke pemerintahan setempat untuk memastikannya.

"Dimana Dinsos yang harus memverifikasi dan dikirim ke Kemensos dan kami yang menyalurkan,"bebernya.

Namun jika ada postingan, selebaran, atau pun link broadcast yang kurang jelas atau pun broadcast yang saat ini ramai diperbincangkan itu adalah hoax.

Kesimpulan:
Kami menghimbau masyarakat agar berhati -hati dan waspada apabila ada postingan maupun broadcast yang tidak jelas maka jangan pernah mudah percaya. 

Apabila masyarakat ingin mengetahui kebenaran informasi tersebut, silahkan datangi kami untuk mengkonfirmasi hal demikian. 

Jika ada link web yang kurang jelas agar warga mengabaikan saja pesan tersebut. Apabila dinyatakan sebagai pemenang, pihak kami pasti akan menghubungi secara langsung dengan mendatangi kediaman atau pihak kami akan melakukan pemasangan papan pengumuman di depan kantor BRI.

Disamping itu, apabila ada selebaran atau broadcast message mengatasnamakan BRI boleh melakukan koordinasi langsung ke Bank BRI.

Namun jika warga sudah mengklik link-nya dengan memasukan biodata maka kami menyarakan agar dilakukan pemblokiran tetapi itu dilakukan oleh  provider-nya masing-masing.

Kecuali postingan itu berasal dari akun  resmi bank BRI seperti, akun Instagram  BRI.id dengan centang biru, telegram info_ BRI, akun Twitter resmi kami atau  pesan Veronica.

Selain itu, untuk memastikan lebih jelas, masyarakat boleh menghubungi kami melalui call center 14017 atau melalui  1517.

Diluar dari pada media sosial kami, misalnya saja, Bank BRI_ atau BRI-apa, dan berbagai macam lainnya berarti itu bukan pemberitahuan resmi dari BANK BRI.

error: Content is protected !!