kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Mei Ini Seluruh SPPG di Sulsel Wajib Kantongi SLHS

Mei Ini Seluruh SPPG di Sulsel Wajib Kantongi SLHS
Salah satu dapur SPPG di Makassar. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Badan Gizi Nasional menargetkan seluruh SPPG di Sulawesi Selatan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Mei 2026. SPPG yang tidak memenuhi kewajiban sertifikasi dalam batas waktu satu bulan terancam dihentikan sementara operasionalnya.

Percepatan sertifikasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keracunan pangan dalam program makan bergizi gratis. Pemerintah menilai standar keamanan pangan wajib dipenuhi seluruh pengelola SPPG.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 3 BGN, Ranto mengatakan setiap SPPG yang mulai beroperasi diberikan waktu maksimal satu bulan untuk mengurus SLHS. Jika melewati batas waktu tersebut, operasional akan dihentikan sementara.

“Jadi sebenarnya sejak dia running satu bulan, satu bulan dia berdiri harus sudah selesai, kalau tidak dia akan suspend,” ujar Ranto, belum lama ini.

Ia menegaskan target pemerintah adalah seluruh SPPG segera memenuhi standar hygiene dan sanitasi. Karena itu, proses sertifikasi dipercepat di seluruh daerah.

“Iya, jadi pada saat dia sudah running sekarang, satu bulan kemudian itu harus sudah SLHS, kalau dia lewat pasti akan suspend, tidak bisa operasional,” katanya.

Menurut Ranto, saat ini sekitar 71 persen SPPG di Sulawesi Selatan telah memiliki SLHS. Sementara sekitar 20 persen lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikasi.

Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan kabupaten/kota dilibatkan dalam percepatan penerbitan SLHS. Sosialisasi juga dilakukan kepada yayasan yang menaungi unit-unit SPPG.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri rahman mengatakan sertifikasi hygiene sanitasi menjadi langkah penting mencegah insiden keracunan pangan. Pemerintah berharap seluruh SPPG memenuhi standar kelayakan konsumsi makanan.

“Inilah salah satunya cara. Kalau SLHS-nya semua sudah terbit, kita berharap keracunan itu, insiden-insiden itu tidak akan terjadi lagi,” kata Jufri

Ia menyebut program makan bergizi gratis masih berada dalam tahap awal sehingga proses pembelajaran masih terus berlangsung. Pemerintah optimistis kualitas layanan akan semakin baik seiring waktu.

error: Content is protected !!