kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Markisa Cemerlang, Produk Ikon Sulsel yang Berdayakan Pengangguran di Makassar

KabarMakassar.com — Markisa Cemerlang, usaha yang memproduksi minuman dari sari markisa rupanya menjadi lahan pekerjaan dan sumber ekonomi baru bagi banyak pengangguran di Makassar.

Owner Markisa Cemerlang, Henny H Yonas mengaku telah memproduksi minuman sari markisa sejak 20 tahun lalu.

Selama 20 tahun itu pula ia memberikan lahan pekerjaan baru dan memberdayakan banyak pengangguran di Makassar khususnya para tetangga.

"Saya tinggal di kompleks dimana banyak orang menganggur akhirnya muncul ide saya bagaimana buah markisa bisa dibuat sebuah usaha," ungkapnya saat ditemui, Jumat (19/05).

Henny mengaku ide membuat usaha Markisa Cemerlang muncul karena banyaknya bahan baku yakni buah markisa di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sekali produksi, Henny mempekerjakan karyawan harian dari 10 hingga 50 orang.

"Kalau datang lagi markisa itu karyawan hari biasa saya panggil 10 sampai 50 orang," sambungnya.

Berkat usahanya itu, Henny telah banyak dianugerahi penghargaan mulai dari Presiden SBY, wakil presiden hingga instansi-instansi UMKM terkait.

Namun, rupanya Henny memiliki cerita pengalaman kelam saat membuka cabang usahanya di tiga kota dimana ia ditipu dengan mengirimkan produk dan tidak dibayar.

"Pernah saya ada tiga cabang tapi apa yah saya ditipu saya kirim barang tapi mereka tidak bayar sampai sekarang jadi saya tidak lanjutkan," tuturnya.

Meski begitu, hal tersebut tidak mengurungkan niat Henny untuk melanjutkan usahanya dan terus memberdayakan masyarakat sekitarnya.

"Saya memang dari awal membangun usaha ini niatnya memang mau membantu ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan di sekitar rumah saya," ungkapnya.

Adapun proses produksi Markisa Cemerlang berlokasi di Kompleks Hartaco Indah dan dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Makassar serta di sejumlah supermarket besar.

Sementara omset yang dihasilkan Henny per bulannya tidak disebutkan secara spesifik namun menurutnya omset yang diterima cukup besar untuk skala UMKM.

Bahkan, Henny mengaku pernah mengeskpor produknya ke Kota Brisbane, Queensland Australia sebelum pandemi Covid-19.

Namun ekspor tersebut berhenti pasca pandemi covid-19 melanda dunia.

"Produknya pernah go internasional waktu itu saya mengekspor ke Brisbane Australia sebelum pandemi covid-19," pungkasnya.

Meski usahanya mengalami naik turun, Henny bersyukur tetap bertahan apalagi dibantu dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan Bank BRI untuk bantuan modal, pelatihan hingga pameran.

Henny mengaku pameran yang selalu digelar Bank BRI membantunya memperluas wilayah promosi produknya.

"BRI itu adalah bank yang tidak pernah berhenti menaruh perhatian untuk kami naik kelas seperti pelatihan pameran selalu diajak dan kiranya berjayalah terus BRI dan saya menaruh harapan dan perhatian kepada UMKM agar ketika ada kegiatan makan dan minumnya diambil dari UMKM yang mereka bina bahkan KURnya BRI cukup banyak membantu modal UMKM di kota Makassar dan Sulsel," bebernya.

Apalagi, Henny juga mengandalkan sosial media seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp hingga platform digital belanja online seperti Gojek dan Grab.

Hasilnya, permintaan produk Markisa Cemerlang milik Henny terus melonjak dengan promosi tersebut.

Henny pun berharap instansi terkait memberikan perhatian terhadap pelestarian pohon Markisa yang menjadi salah satu buah ikon Sulsel.

"Tentu berharap ada perhatian biar markisa ini tidak langka dan trus menanam markisa," harapnya.

error: Content is protected !!