KabarMakassar.com — Atlet Dayung asal Kepulauan Selayar yang ikut berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel di Kabupaten Sinjai, dianiaya oleh orang tak dikenal, Selasa, (25/10).
Wakil Sekertaris Satu KONI Sulsel yang juga merupakan Koordinator Pertandingan dan Perlombaan Porprov Sulsel, Herman Hading mengungkapkan, insiden penyerangan tersebut terjadi pada atlet dayung Selayar usai pertandingan dayung digelar.
"Sekitar Pukul 17.00 Wita, Selasa, 25 Oktober 2022 setelah selesai perlombaan dayung Dragon Boat terjadi pemukulan secara serampangan dari kelompok pemuda di sekitar venue dayung terhadap atlit dayung putra dan putri Selayar yang baru saja menyelesaikan lomba," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/10).
Akibatnya, sebanyak 10 orang atlet Kabupaten Selayar mengalami luka sobek dan pendarahan.
"Dari pemukulan tersebut dengan menggunakan dayung atlet sendiri mengakibatkan luka sobek dan pendarahan yang dialami oleh sekitar 10 orang," tambahnya.
Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulsel bersama Panitia Lomba langsung melarikan korban terluka ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis.
Kendati demikian, lanjut Herman Hading, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti siapa dan penyebab penyerangan tersebut terjadi.
"Pihak offisial Selayar dan Pengkab PODSI Sinjai sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak POLRES Sinjai," lanjutnya.
Ia menuturkan, KONI Provinsi Sulsel akan menginisiasi pertemuan (manajer meeting) untuk membahas masalah insiden kekerasan tersebut siang ini di Kabupaten Sinjai.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Herman Hading yang akan dihadiri para manajer tim dayung berbagai daerah, official, PODSI Sulsel dan KONI Kabupaten Sinjai.
"Pertemuan ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang tidak mengganggu jalannya Porprov dan pelaksanaan perlombaan dayung," pungkas Herman.
Untuk diketahui, menghindari kejadian serupa atlet untuk sementara dirumahkan dan tak dibolehkan berada di lokasi pertandingan.













