KabarMakassar.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp246 juta per tahun untuk belanja jasa operator atau gaji awak kapal program Pete-pete Laut yang melayani masyarakat di wilayah Kepulauan Sangkarrang secara gratis.
“Sekitar Rp246 juta ya pertahun,” singkat Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, Jumat (12/6).
Ia mengatakan anggaran tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional layanan transportasi laut yang mulai dijalankan Pemerintah Kota Makassar.
Selain gaji awak kapal, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk kebutuhan bahan bakar dan pemeliharaan kapal agar layanan dapat berjalan berkelanjutan.
“Program ini lahir dari niat baik dan kepedulian Bapak Wali Kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. Alhamdulillah, dengan memanfaatkan anggaran operasional yang sudah ada, program ini bisa diwujudkan,” ujar Rheza.
Program ini dijalankan dengan memanfaatkan anggaran operasional kapal yang selama ini telah tersedia.
Ia menegaskan Pete-pete Laut tidak menggunakan alokasi anggaran baru, melainkan memanfaatkan anggaran operasional kapal yang sebelumnya telah tersedia di Dinas Perhubungan.
Dari sisi sumber daya manusia, kapal dioperasikan oleh lima awak yang terdiri atas seorang kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal.
“Awak kapal kami terdiri dari lima orang, yaitu kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal,” katanya.
Melalui kehadiran Pete-pete Laut, Rheza berharap konektivitas antar pulau di wilayah Kepulauan Sangkarrang semakin baik, sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat pulau.
“Karena program ini menjadi langkah awal Pemkot Makassar dalam menghadirkan layanan transportasi publik laut yang terintegrasi, aman, terjangkau, bagi warga di pulau-pulau terluar Kota Makassar,” tukansya.














