kabarbursa.com
kabarbursa.com

Di Makassar, Budi Arie Yakin Projo Menang lagi di Pilpres

Di Makassar, Budi Arie Yakin Projo Menang lagi di Pilpres
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (Kenakan Passapu), (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mulai memanaskan mesin konsolidasi organisasi menjelang kontestasi politik mendatang.

Dari Makassar, ia secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Projo mampu kembali menjadi bagian dari pemenangan Pemilihan Presiden 2029.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) Projo Sulawesi Selatan di Makassar Golden Hotel, Sabtu (6/6).

Agenda tersebut, dihadiri jajaran pengurus pusat dan kader Projo dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Budi Arie mengatakan Projo memiliki modal pengalaman politik yang kuat setelah tiga kali berturut-turut berada dalam barisan pemenangan pemilihan presiden, mulai dari dua periode kemenangan Joko Widodo hingga kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Kita akan kuatrik pada 2029. Dengan organisasi yang semakin solid dan terorganisir, saya yakin Projo kembali menjadi bagian dari kemenangan Pilpres 2029,” kata Budi Arie.

Menurutnya, target tersebut bukan sekadar optimisme, melainkan harus dibarengi dengan penguatan organisasi secara menyeluruh di seluruh daerah. Karena itu, Projo saat ini tengah menjalankan agenda konsolidasi nasional sebagai amanat kongres organisasi.

Ia menjelaskan Konferda Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat yang melaksanakan konsolidasi setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Riau. Seluruh pengurus daerah ditargetkan menuntaskan proses konsolidasi organisasi sepanjang tahun 2026.

“Konsolidasi ini penting agar Projo semakin siap menghadapi berbagai dinamika bangsa dan mampu merespons persoalan rakyat dengan lebih cerdas dan terukur,” ujarnya.

Selain membahas agenda organisasi, Budi Arie juga menegaskan komitmen Projo untuk terus mengawal berbagai program pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap program harus dievaluasi berdasarkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah program strategis nasional masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Meski demikian, kritik yang disampaikan Projo ditujukan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan menolak substansi kebijakannya.

“Kalau ada yang perlu diperbaiki, itu pelaksanaannya. Program yang baik harus tetap didukung, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.

Budi Arie juga menyebut Projo akan tetap menjaga posisinya sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Konsolidasi yang dilakukan di seluruh daerah dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus memperbesar kontribusi organisasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya.

error: Content is protected !!