KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Provinsi Sulawesi Selatan pada Mei 2026 mencapai 118,30 atau meningkat 2,41 persen dibandingkan April 2026 yang berada di angka 115,52.
Kenaikan ini menunjukkan kondisi daya beli petani yang semakin membaik.
Peningkatan NTP tersebut ditopang oleh mayoritas subsektor pertanian yang mengalami penguatan sepanjang Mei 2026. Dari lima subsektor yang dipantau, empat di antaranya mencatat kenaikan, sementara satu subsektor mengalami penurunan.
Subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan NTP sebesar 10,50 persen. Disusul subsektor hortikultura yang naik 6,28 persen, tanaman pangan meningkat 0,25 persen, dan perikanan bertambah 0,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, subsektor peternakan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi dengan penurunan NTP sebesar 2,44 persen pada periode yang sama.
Berdasarkan data BPS, nilai NTP masing-masing subsektor pada Mei 2026 tercatat sebesar 113,06 untuk tanaman pangan, 144,16 hortikultura, 131,79 tanaman perkebunan rakyat, 109,04 peternakan, dan 120,89 perikanan.
Selain NTP, indikator lain yang menunjukkan kinerja sektor pertanian juga mengalami perbaikan. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sulawesi Selatan pada Mei 2026 tercatat sebesar 123,84 atau meningkat 2 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan NTUP mengindikasikan kemampuan usaha pertanian dalam menghasilkan pendapatan yang lebih baik setelah memperhitungkan biaya produksi dan penambahan barang modal.
Data tersebut memperlihatkan sektor pertanian Sulawesi Selatan masih menunjukkan tren positif dengan dukungan kuat dari subsektor perkebunan rakyat dan hortikultura. Di sisi lain, penurunan pada subsektor peternakan menjadi catatan tersendiri yang memerlukan perhatian agar pertumbuhan sektor pertanian dapat berlangsung lebih merata.














