kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Warga Pulau di Makassar Kini Dilayani Pete-pete Laut Gratis

Warga Pulau di Makassar Kini Dilayani Pete-pete Laut Gratis
Peresmian Pete-pete Laut untuk Kepulauan Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar resmi mengoperasikan layanan transportasi laut gratis bagi masyarakat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang melalui peluncuran KM Banawa Nusantara 27 atau yang dikenal sebagai Pete-pete Laut.

Program tersebut mulai dijalankan sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan sekaligus mengatasi persoalan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga.

Soft launching dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6).

Appi mengatakan kehadiran Pete-pete Laut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat minimnya sarana transportasi.

“Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh layanan Pete-pete Laut diberikan tanpa dipungut biaya sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara bebas untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau,” tegas Appi.

Dalam operasionalnya, kapal dijadwalkan berangkat dari Pulau Barrang Lompo pada pukul 07.00 Wita dengan rute menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai hingga kawasan pulau terluar sebelum kembali ke titik keberangkatan.

Menurut Appi, keberadaan transportasi laut gratis tersebut diharapkan mempermudah mobilitas pelajar, tenaga pendidik, tenaga kesehatan maupun masyarakat umum yang selama ini terkendala akses menuju pulau-pulau.

“Selama ini alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan,” katanya.

Ia juga menilai program tersebut merupakan bentuk pemerataan pembangunan yang menyentuh kawasan kepulauan sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Kota Makassar.

“Saya ingin memastikan dengan hadirnya Pete-pete Laut, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Di sisi lain, pemerintah juga bisa lebih dekat melihat dan menjangkau pulau-pulau yang kita miliki,” ujarnya.

Meski demikian, Appi mengakui satu armada belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan transportasi warga. Pemerintah pun akan menghitung kebutuhan anggaran dan operasional untuk membuka peluang penambahan dua hingga tiga kapal pada masa mendatang.

“Satu kapal tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, kita akan menghitung seluruh kebutuhan biaya dan operasional agar progres penambahan armada dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain memperluas layanan, Appi memberi perhatian khusus terhadap aspek keselamatan pelayaran. Ia meminta Dinas Perhubungan memastikan kapal dilengkapi fasilitas keamanan memadai serta tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

“Yang paling penting adalah aspek keamanannya. Kapal ini harus dilengkapi sarana keselamatan yang lengkap dan memadai, serta tidak boleh overload,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan agar setiap penumpang mendapatkan satu jaket pelampung dan memastikan sistem komunikasi kapal berfungsi optimal selama perjalanan.

Appi mengajak masyarakat menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya berharap masyarakat bersama-sama menjaga Pete-pete Laut ini. Ini adalah milik kita semua, milik warga pulau yang difasilitasi pemerintah untuk menjadi sarana transportasi antar pulau,” tukasnya.

error: Content is protected !!