kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Warga Laikang Hadang Bupati Takalar, Pertanyakan Transparansi Proyek Kawasan Industri

Warga Laikang Hadang Bupati Takalar, Pertanyakan Transparansi Proyek Kawasan Industri
Warga Laikang Hadang Mobil Dinas Bupati Takalar. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Ratusan warga Desa Laikag kembali menghadang mobil dinas Bupati Takalar, Firdaus Manye di area Kantor DPRD Takalar pada Senin (8/6).

Hal itu dilakukan warga yang menolak rencana pembangunan kawasan industri dan pelabuhan di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang.

Jenderal Lapangan Aksi Aliansi Pejuang Pembebasan Masyarakat Laikang (APPAMALLA), Nasrum mengatakan aksi penghadangan ini dipicu oleh kepanikan warga yang melihat Bupati Takalar mencoba meninggalkan lokasi sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dimulai.

Berdasarkan surat undangan DPRD Takalar, RDP dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WITA dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, investor, dan aparat keamanan.

“Namun, setelah rapat paripurna DPRD selesai, masyarakat justru melihat Bupati Takalar berupaya meninggalkan area kantor DPRD sebelum forum yang dinantikan warga itu berlangsung,” ungkap Nasrum, Senin (8/6).

Situasi tersebut memicu reaksi spontan. Warga langsung mengepung dan menghentikan laju kendaraan dinas bupati demi memastikan kepala daerah tersebut hadir dalam forum dialog yang telah dijanjikan.

Sebelumnya, warga menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar menuntut kejelasan ruang hidup mereka yang terancam proyek industri. Namun, bupati enggan menemui massa.

Hingga saat ini, tercatat warga Desa Laikang sudah lima kali menyampaikan sikap tegasnya melalui aksi demonstrasi terpisah.

Warga menyayangkan sulitnya akses komunikasi dengan pemerintah daerah untuk sekadar menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak lingkungan dan hilangnya ruang kelola pesisir.

“Ketika rakyat datang ke kantor bupati, bupati tidak menemui. Ketika bupati datang ke desa, rakyat harus menghadang. Begitupun saat DPRD membuka ruang RDP, rakyat kembali harus mencegat kendaraan bupati agar tidak meninggalkan lokasi,” sebut Nasrum

error: Content is protected !!