KabarMakassar.com — Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan, Mallarangan Tutu, menegaskan perlunya perhatian serius terhadap penanganan persampahan di daerah khususnya alokasi anggaran.
Ia menilai persoalan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga menyangkut potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal.
Menurut Mallarangan, pengelolaan sampah tidak seharusnya dianggap sebagai beban anggaran semata. Dengan perencanaan dan inovasi yang tepat, sektor ini bisa menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Selama ini sampah hanya dipandang dari sisi kebersihan, padahal jika dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular, justru bisa memberi nilai tambah bagi daerah. Sampah bisa menjadi sumber daya, bukan beban, ini perlu dimasukkan dalam APBD pokok,” ujar Mallarangan dalam keterangannya, Minggu (26/10).
Ia mencontohkan, berbagai inovasi pengolahan sampah seperti pembuatan ecobrick dan bata plastik campuran dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Ecobrick bisa dimanfaatkan untuk furnitur maupun dinding bangunan. Sementara bata plastik campuran bisa digunakan untuk konstruksi rumah, pagar, dan fasilitas umum. Ini bukan hanya solusi kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi baru,” jelasnya.
Mallarangan yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel itu menilai, pemerintah provinsi harus mengarahkan alokasi anggaran persampahan pada program-program inovatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan berbasis pemberdayaan, katanya, lebih efektif dibanding sekadar menambah biaya operasional tanpa dampak jangka panjang.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah menggandeng sektor swasta, kampus, dan komunitas lingkungan dalam mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang efisien dan bernilai guna tinggi.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup. Harus ada kemitraan lintas sektor agar inovasi ini berjalan. Kita punya banyak potensi kreatif yang bisa digerakkan,” ungkapnya.
Politisi PKS tersebut menegaskan, pengelolaan sampah yang berbasis ekonomi hijau akan memberi manfaat ganda: menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
“Harapan kita, Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang tidak hanya bersih, tetapi juga mampu menjadikan sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada rakyat,” tutup Mallarangan.














