Andi Ilham Muchtar (Akademisi)
KabarMakassar.com — Di beberapa pekan terakhir ini, laman medsos kita masih cukup ramai berseliweran berita yang cukup bikin kita geleng kepala.
Satresnarkoba Polrestabes Makassar membongkar sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia-Makassar yang beroperasi di sebuah apartemen di Jalan Boulevard, Panakkukang, pada Mei 2026. Polisi menyita total barang bukti seberat 1450 gram (1,45 kg) dan ironisnya Seorang kasat Narkoba di salah satu daerah yang justru jadi pengedar dalam bentuk vapor.
Di Makassar, kelompok gank motor dan aksi busur oleh remaja bahkan melibatkan anak-anak di bawah umur masih sering terjadi di kota daeng. Situasi politik bangsa kita pun masih terus dengan dinamika naik turunnya, yang acapkali ada yang menuduhnya karma dari sebuah ‘politik transaksional’.
Di level elite kita , politik transaksional telah menurunkan kepercayaan publik. Kebijakan pemerintah seolah tidak lagi lahir dari kebutuhan melalui suara rakyat rakyat. Bahkan lebih terkesan tawar-menawar dan bagi-bagi kekuasaan .
Dampak dari kebablasan perpolitikan kita ini diakibatkan ada yang trouble fungsi kontrol di hulu. Dan ini akhirnya merembes langsung ke hilir kehidupan masyarakat kita.
Kondisi tak stabil ini berdampak pada perekonomian yan tak kunjung membaik, dan secara tak langsung menjadi salah satu pemicu maraknya peredaran narkoba dan delikuensi yang menyasar generasi muda sebagai pelarian dari tekanan ekonomi dan hancurnya nilai moral.demikian pula salah satu penyebabnya lingkungan tempat tinggal disorganisasi tinggi ( Blighted Area ).
Untuk memahami kondisi ini,Perspektif sosiologi dari Teori Pengendalian Sosial cukup memiliki sudut pandang yang jernih. Teori ini berargumen bahwa penyimpangan perilaku seperti terjerumus narkoba atau melakukan kriminalitas terjadi ketika ikatan sosial antara individu dan masyarakat makin melemah serta disorganisasi Keluarga yang mengalami erosi.
Menghadapi situasi mengarah rumit ini, situasi yang mengarah ke lebel multisektoral ini, cukup diperlukan pendekatan ganda yang tegas serta kontekstual, dan berkelanjutan. Langkah preventif pertama ini bisa dimulai dari pembinaan remaja kita secara masif. Hal ini dilakukan guna memulihkan kembali ikatan sosial dan benteng moral mereka khususnya dari bahaya ekstrim narkoba dan aksi kriminalitas.
Mungkin pemerintah kita juga harus berani mengambil tindakan koersif yang terukur guna memutus rantai kekerasan struktural. Pendekatan ini bisa diimplementasikan ke dalam kegiatan Bela Negara yang intensif selama 2 hingga 3 tahun. Meskipun kegiatan ini melalui program semi-militeristik tapi tetap bernuansa dominan humanis.
Harapannya adalah para pemuda kita tidak hanya dididik secara fisik dan mental, tetapi juga ditanamkan rasa nasionalisme yang tinggi ke bangsa ini.
Mungkin benar apa yang diungkapkan oleh mantan Presiden Amerika serikat bahwa janganlah tanyakan apa yang negara berikan tapi tanyakanlah apa.yang anda telah berikan kepada negara ini. (John F. Kennedy)















