kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Titik Api Terdeteksi di Gunung Bulusaraung, Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR

Titik Api Terdeteksi di Gunung Bulusaraung, Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam wawancara di kantor basarnas

KabarMakassar.com — Upaya pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan mulai menunjukkan perkembangan awal. Tim udara TNI AU yang mengerahkan helikopter Caracal dilaporkan mendeteksi adanya titik api di kawasan pegunungan Kabupaten Maros.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, pemantauan udara yang dilakukan helikopter Caracal menemukan indikasi api di sekitar Gunung Bulusaraung, kawasan Taman Nasional Bantimurung. Namun, temuan tersebut masih memerlukan verifikasi lanjutan untuk memastikan apakah titik api itu berkaitan langsung dengan lokasi jatuhnya pesawat, Sabtu (17/1).

Menurut Bangun, informasi tersebut sejalan dengan laporan warga yang berada di sekitar kawasan pegunungan. Sejumlah masyarakat disebut mengaku melihat kilatan api dan mendengar suara ledakan di area tersebut sesaat setelah pesawat diduga hilang kontak.

Meski begitu, Pangdam menegaskan bahwa hingga kini belum dapat dipastikan apakah titik api yang terpantau merupakan lokasi jatuhnya pesawat. Proses pemantauan udara masih terus dilakukan, namun terkendala kondisi cuaca di wilayah pegunungan.

“Helikopter Caracal saat ini masih melakukan pemantauan berkelanjutan, tetapi jarak pandang terbatas karena pergerakan awan dan cuaca yang kurang bersahabat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar,

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muh Arif Anwar, mengungkapkan pesawat ATR 400 yang hilang kontak tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dan diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat dengan nomor penerbangan PK-THT itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.

Berdasarkan data awal, pesawat mengangkut total 11 orang yang terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang. Informasi hilang kontak diterima Basarnas dari AirNav Makassar, dengan perkiraan lokasi terakhir berada di wilayah Maros hingga perbatasan Pangkep.

Arif menjelaskan, setelah menerima koordinat terakhir dari pihak pemandu lalu lintas udara (ATC), tim SAR melakukan pemetaan dan mendapati titik duga mengarah ke kawasan Taman Nasional Bantimurung dan sekitarnya.

“Dari hasil plot koordinat terakhir, lokasi mengarah ke wilayah Bantimurung. Tim SAR gabungan sudah kami gerakkan dan saat ini telah mendirikan posko di kawasan tersebut,” jelas Arif.

error: Content is protected !!