kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

SPMB 2026 Makassar Melalui Aplikasi Lontara+, Appi Klaim Tutup Celah Titip Menitip

SPMB 2026 Makassar Melalui Aplikasi Lontara+, Appi Klaim Tutup Celah Titip Menitip
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meluncurkan sistem baru penerimaan murid yang diklaim mampu menutup celah praktik kecurangan pada SPMB 2026.

Sistem ini sepenuhnya berbasis digital dan terintegrasi dalam aplikasi LONTARA+, sebagai respons atas berbagai persoalan teknis dan tudingan ketidaktransparanan pada tahun sebelumnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa pembaruan sistem bukan sekadar inovasi, tetapi langkah korektif setelah evaluasi menyeluruh pelaksanaan sebelumnya yang sempat diwarnai gangguan server hingga munculnya kecurigaan publik.

“Ini hasil evaluasi dari tahun lalu. Sistemnya kita bedah dan perbaiki supaya tidak ada lagi kendala yang memicu ketidakpercayaan,” tegas Appi, Minggu (03/05).

Ia secara terbuka menyoroti isu sensitif yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, yakni dugaan praktik “titip-menitip” dalam proses penerimaan siswa. Menurutnya, gangguan teknis seperti server down kerap menjadi pintu masuk spekulasi tersebut.

“Jangan lagi ada alasan server down. Kalau itu terjadi, orang langsung curiga ada permainan. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Melalui integrasi sistem di aplikasi LONTARA+, seluruh tahapan SPMB kini dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil. Transparansi ini diharapkan menjadi instrumen utama untuk memutus ruang intervensi.

Appi menekankan, keterbukaan sistem menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik yang selama ini cenderung menurun akibat berbagai polemik dalam penerimaan siswa.

“Keluhan masyarakat selama ini datang ke pemerintah. Maka sistem ini harus terbuka supaya semua bisa melihat prosesnya secara jelas,” katanya.

Dengan sistem yang sepenuhnya terdigitalisasi dan terpantau publik, Pemkot Makassar optimistis praktik kecurangan dapat ditekan secara signifikan.

“Dengan sistem ini, kita pastikan tidak ada lagi ruang untuk permainan. Semua harus transparan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa sistem baru memungkinkan orang tua memantau posisi dan peringkat anak secara real-time berdasarkan jalur seleksi yang dipilih.

“Semua proses bisa dipantau langsung. Orang tua bisa lihat posisi anaknya, peringkatnya, sampai tahap seleksi yang sedang berjalan. Ini bagian dari keterbukaan informasi,” jelas Achi.

Ia menambahkan, digitalisasi melalui LONTARA+ juga dirancang untuk menghilangkan antrean panjang sekaligus meminimalisir potensi manipulasi data. Seluruh informasi, mulai dari syarat pendaftaran, jadwal, hingga hasil seleksi, tersedia dalam satu platform yang terintegrasi.

“Dengan sistem ini, semua informasi terbuka. Tidak ada lagi kebingungan karena seluruh proses bisa diakses dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Selain aspek transparansi, Pemkot Makassar juga mengantisipasi persoalan teknis yang sebelumnya menjadi sorotan. Tahun ini, sistem dibagi ke dalam server terpisah untuk setiap jenjang pendidikan guna menghindari lonjakan akses yang berpotensi menyebabkan gangguan.

“Sekarang servernya tidak lagi satu. Setiap jenjang punya sistem sendiri supaya lebih stabil dan memberikan kepastian layanan,” tambah Achi.

Pelaksanaan SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung bertahap mulai Mei hingga Juni, mencakup jenjang SD dan SMP. Masyarakat dapat mengakses pendaftaran melalui aplikasi LONTARA+ maupun situs resmi yang disediakan pemerintah.

error: Content is protected !!