kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sekolah Islam Athirah dan BPIP Dorong Penguatan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Pancasila

Sekolah Islam Athirah dan BPIP Dorong Penguatan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Pancasila
Sekolah Islam Athirah menerima kunjungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Sekolah Islam Athirah menerima kunjungan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di Jalan Kajaolalido, Kota Makassar.

Kunjungan itu dalam rangka kegiatan Temu Wicara dan monitoring Buku Teks Utama (BTU) yang digunakan dalam pembelajaran.

Rombongan BPIP dipimpin oleh Direktur Pengkajian dan Impelentasi Pembinaan Ideologi Pancasia Irene Camelyn Sinaga, didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP FX Benny Satrio Yulianto, Analis Kebijakan Ahli Pertama BPIP Winda Junita Ilyas, Penelaah Teknis Kebijakan BPIP, ⁠Suryanto Kurniawan Putra, Penelaah Teknis Kebijakan BPIP Muhammad Fayqul Falah dan Penelaah Teknis Kebijakan BPIP Sigit Adi Wijayanto.

Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah Saharuddin menyambut langsung pihak BPIP didampingi sejumlah kepala sekolah dan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

Temu Wicara yang digelar ini menjadi forum dialog interaktif, pihak BPIP bersama manajemen Sekolah Islam Athirah berkomitmen mendorong berbagai strategi dalam penguatan karakter siswa melalui Pendidikan Pancasila.

Irene menilai, Sekolah Islam Athirah dipilih karena dianggap mampu menghadirkan tata kelola pendidikan yang baik, serta memiliki kebebasan mengembangkan nilai inti yang bisa dijadikan contoh bagi sekolah lain.

Menurut Irene, implementasi kurikulum Pendidikan Pancasila di Sekolah Islam Athirah sudah sesuai aturan pemerintah dan relevan dengan tantangan zaman.

“Sekolah ini bisa membuat core value-nya sendiri, ini yang kami kejar dan kemudian diadaptasi oleh sekolah lain,” terangnya, berdasarkan keterangan yang diterima Senin (29/09).

“Kalau bisa semua sekolah begini, ramah, terbuka berdiskusi, dan punya semangat yang sama membangun,” paparnya.

Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah Saharuddin menyebut kunjungan BPIP merupakan kesempatan emas bagi sekolah untuk berbagi wawasan sekaligus memperluas kolaborasi.

Hal ini pun menjadi bukti bahwa Sekolah Islam Athirah sudah cukup dikenal secara nasional.

“Kehadiran BPIP menjadi kehormatan dan peluang besar bagi kami,” tukasnya.

Didin, sapaan akrab Saharuddin menjelaskan, nilai-nilai Pancasila di Athirah telah diintegrasikan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui program ekstrakurikuler dan budaya sekolah.

“Contohnya, pekan budaya untuk menumbuhkan persatuan, kegiatan ibadah dan sedekah sebagai implementasi sila pertama, hingga program sosial dan amal yang mencerminkan sila kelima,” jelasnya.

Terkait tantangan, Didin menekankan pentingnya mengemas Pancasila secara relevan bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak saat ini hanya menghafal sila, namun belum mencintai Pancasila secara mendalam.

“Pancasila harus bersaing di dunia digital dengan ideologi lain seperti kapitalisme atau liberalisme. Kalau tidak relevan, anak-anak bisa menganggap ideologi luar lebih keren. Karena itu, Pancasila harus dipertahankan mati-matian sebagai ideologi negara,” imbuhnya.

BPIP sendiri berencana menindaklanjuti kunjungan ini dengan langkah konkret, mulai dari analisis, diskusi bersama para guru, hingga kemungkinan pengembangan proyek percontohan pada tahun mendatang.

error: Content is protected !!