KabarSelatan.id — Menteri Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif, Sandiaga Uno menegaskan tak akan melakukan kompromi terhadap wisatawan asing yang tidak mematuhi peraturan yang diterapkan oleh Negara Republik Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno setelah mendengar kabar bahwa sejumlah turis asing di Bali berulah.
"Tegas saya sampaikan Tidak Ada Kompromi. Kami menggelar karpet merah untuk seluruh wisatawan tetapi mereka harus mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Indonesia," tegasnya melalui video dan unggahan tertulisnya melalui akun Instagramnya. Kamis (9/3).
Menurut Sandi, "Kita harus ciptakan pariwisata yang nyaman, aman dan menyenangkan untuk semua orang. Khususnya, untuk masyarakat setempat,".
Bahkan Sandi kembali menegaskan bahwa dari pengalaman ini, kami di @Kemenparekraf.ri akan terus berkolaborasi bersama seluruh pelaku pariwisata tanah air dalam mensosialisasikan prosedur pariwisata sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
"Bagi Wisatawan yang masih ngeyel, tegas kami akan Blacklist.id," tegas Sandiaga Uno.
Selain unggahan secara tertulis, Sandi juga menegaskan hal itu melalui video berdurasi 1 menit 2 detik.
"Kami ingin menyampaikan secara tegas bahwa kita sangat terbuka bagi wisatawan mancanegara kita gelar karpet merah tapi mereka harus mematuhi segala peraturan perundang-undangan segala norma-norma yang ada," ucapnya dalam unggahannya.
"Pemerintah akan menolak secara tegas seluruh praktik-praktik bisnis seperti berdagang, kursus mengendarai motor hingga fotografi yang sebaiknya diarahkan untuk para masyarakat Indonesia yang membutuhkan lapangan kerja," sambung Sandi.
"Sementara WNA dengan Visa khususnya, ya tentunya diarahkan untuk kegiatan yang sesuai dengan izin mereka memasuki wilayah Indonesia," lanjutnya.
Misalnya, yang kemarin sangat viral itu adalah yang menyalakan Flare atau Smoke Bomb di kawah Ijen ini harus diberikan sanksi tegas. Karena itu selain merusak lingkungan juga merusak kenyamanan.
Oleh karen itu, kita akan buatkan prosedur penanganan krisis pariwisata, bukan hanya bom asap atau flare saja tapi juga krisis lainnya yang mungkin dapat terjadi.













