KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menghadirkan metode edukasi kebencanaan berbasis teknologi melalui program SALAMA (Sadar dan Siaga Selamatkan Makassar).
Inovasi ini memanfaatkan Virtual Reality (VR) untuk melatih siswa memahami langkah penyelamatan diri saat bencana secara aman dan interaktif.
Melalui simulasi VR, siswa diperkenalkan pada berbagai skenario bencana seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Pendekatan ini dirancang agar pelajar mengenali karakteristik tiap bencana serta respons yang tepat, sehingga mampu mengurangi kepanikan ketika kejadian nyata terjadi.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan penggunaan VR merupakan bagian dari transformasi edukasi kebencanaan yang lebih efektif untuk anak-anak.
“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya teori. Anak-anak perlu merasakan simulasi secara langsung. Dengan VR, mereka bisa belajar bagaimana bersikap saat gempa, banjir, atau kebakaran tanpa rasa takut,” kata Fadli, Kamis (08/01).
Ia menambahkan, edukasi sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan warga kota.
“Anak-anak hari ini adalah generasi penyelamat di masa depan. Jika sejak sekarang mereka paham mitigasi bencana, maka budaya sadar dan siaga bencana akan tumbuh kuat di Makassar,” ujarnya.
Program ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Seorang guru pendamping menilai metode pembelajaran berbasis VR membuat siswa lebih antusias dan mudah memahami materi kebencanaan.
“Anak-anak sangat senang dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Edukasi seperti ini jarang dilakukan, tapi dampaknya besar bagi keselamatan mereka,” ungkapnya.
BPBD Makassar berharap pemanfaatan teknologi VR melalui SALAMA dapat memperluas jangkauan edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah.
“Tentu ini bisa menjadi kesiapsiagaan menghadapi bencana tertanam sejak usia dini dan memperkuat ketangguhan Kota Makassar,” pungkasnya.














