KabarMakassar.com — Polemik kuota internet hangus terus berproses di meja sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah operator seluler, termasuk Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison, akhirnya buka suara menjawab gugatan yang mempersoalkan sistem masa aktif paket data.
Dalam sidang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja, pihak operator menegaskan bahwa istilah kuota hangus yang ramai di masyarakat dinilai tidak tepat secara konsep layanan.
Perwakilan Telkomsel, Adhi Putranto, menyebut yang terjadi bukanlah penghapusan sepihak, melainkan berakhirnya masa layanan sesuai kesepakatan awal antara pelanggan dan operator.
“Terminologi kuota hangus atau penghapusan sepihak itu tidak tepat. Yang terjadi adalah berakhirnya durasi akses sesuai kontrak layanan yang dipilih pelanggan,” ujarnya, Kamis (16/04).
Ia menjelaskan, paket data pada dasarnya bukan barang yang dimiliki pelanggan, melainkan layanan akses terhadap kapasitas jaringan dalam batas volume dan waktu tertentu. Ketika masa aktif habis, maka akses tersebut otomatis berakhir.
“Berakhirnya masa berlaku paket bukan pengambilan manfaat secara paksa, tetapi konsekuensi dari selesainya durasi akses yang disepakati,” tegasnya.
Telkomsel juga menilai sisa kuota yang tidak terpakai secara teknis tidak bisa disimpan atau dialihkan. Kapasitas jaringan yang digunakan pelanggan merupakan bagian dari sistem yang dikelola operator, sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai komoditas.
Senada, perwakilan Indosat, Nicholas Yulius Munandar, menegaskan layanan internet seluler dibangun dari sistem kompleks yang melibatkan banyak komponen teknis, mulai dari spektrum frekuensi hingga pusat data.
Menurutnya, seluruh infrastruktur tersebut membutuhkan investasi besar dan pengelolaan ketat agar layanan tetap stabil bagi seluruh pengguna.
“Pengelolaan kapasitas jaringan harus optimal dan terukur agar kualitas layanan tetap terjaga dan tidak mengganggu pelanggan lain,” kata Nicholas.
Gugatan terkait kuota hangus ini diajukan masyarakat yang meminta adanya jaminan sisa kuota tetap bisa digunakan, diakumulasi, atau bahkan dikembalikan. Namun operator bersikukuh bahwa skema layanan berbasis waktu merupakan bagian dari sistem yang telah disepakati sejak awal oleh pengguna.














